Cara Nano dan Teater Koma Menggugat Korupsi

Thomas Harming Suwarta
03/7/2018 18:37
Cara Nano dan Teater Koma Menggugat Korupsi
(MI/RAMDANI)

BANYAK cara memerangi korupsi. Nano R Riantiarno, memilihnya melalui seni. Lewat pementasan Gemintang, sutradara Teater Koma ini mengangkat persoalan tersebut ke atas panggung.

Ini merupakan produksi ke-153 Teater Koma dan juga pentas besar pertama mereka di tahun 2018. "Bagi saya korupsi itu mengerikan. Bukan apa-apa, karena dia mengambil apa yang menjadi hak orang lain, dan di dalam itu bahkan hak hak dari orang-orang kecil. Itulah kenapa saya geram dan tak pernah henti menyuarakan ini," ungkapnya, belum lama ini. 

Bagi Nano, Gemintang yang didukung oleh Bhakti Budaya Jarum Foundation tersebut merupakan upaya dia melawan kejahatan luar biasa tersebut. Soal masih ada korupsi, kata dia, itu soal lain. "Tugas kita bersama adalah melawannya dengan cara kita masing-masing," ujar sutradara yang antara lain pernah mementaskan Banci Gugat, Opera Ular Putih dan Republik Bagong ini.

Jika penasaran seperti apa  Nano dan Teater Koma menyentil para koruptor, silahkan datang ke Taman Ismail Marzuki, 29 Juni-8 Juli 2018. (E-2)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Adiyanto
Berita Lainnya