Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy Revitalisasi demi Kebaikan Pendidikan

(*/M-3)
29/6/2018 23:40
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy Revitalisasi demi Kebaikan Pendidikan
(MI/PIUS ERLANGGA)

SMK terbukti menjanjikan dan lulusannya kompeten di bidang masing-masing. Seperti Bayu Skak yang menjadi content creator dan Dian Pelangi yang sukses dengan merek fesyennya. Bahkan, sejumlah publik figur lain juga lulusan SMK. Di antaranya Jendral Sutarman, Soimah, Sule, dan Andy F Noya. Saat ini di seluruh Indonesia ada 3.700 SMK yang menampung 4.900.000 siswa.

SMK pun mengalami perubahan pascarevitalisasi melalui Inpres No 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan.

"Pertama kita lakukan identifikasi tentang perubahan-perubahan lapangan pekerjaan yang terbaru, yang mutakhir, kemudian akan kita sesuaikan dengan bidang-bidang studi yang ada di SMK kita," ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy.

Pemerintah, lanjut Muhadjir, menetapkan empat studi prioritas, yakni, pertanian, kelautan, industri kreatif, dan pariwisata.

Pemerintah saat ini menggalakkan pembangunan infrastruktur. Pembangunan ini berdampak kepada industri dan usaha. SMK, kata Mendikbud, berperan besar meningkatkan industri Indonesia. Karena itu, perlu dilakukan revitalisasi.

Kurikulum SMK pun bukan sekolah yang membuat, melainkan dunia usaha. Pemerintah mengajak industri merumuskan kurikulum SMK. Terbukti 60%-70% konten kurikulum berasal dari dunia industri.

"Kalau kita belajar dari alumni-alumni yang berhasil tadi, mereka punya alurnya sendiri. Ada yang diarahkan orangtua 'dipaksa' dan ada yang memilih dengan bebas dan bisa mengukur dirinya sendiri jadi banyak pilihan tapi saya kira dengan contoh dari bang Andy dan yang lain ini bisa memberikan contoh," ujar Mendikbud.

Meski begitu, Muhadjir tetap menghargai mereka yang memilih masuk SMA. Pasalnya SMA juga dibekali keterampilan yang dibutuhkan industri.

"Jadi saya sebagai Mendikbud tentu saja tidak boleh pilih kasih, dua-duanya sama pentingnya, dua-duanya sama-sama punya tanggung jawab untuk membawa Indonesia jauh lebih hebat dibanding sekarang di masa yang akan datang," pesan Mendikbud untuk orangtua ragu memasukkan anak ke SMK.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya