Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 10 guru Indonesia belajar sains ke Amerika Serikat. Mereka lulus dari program tahunan Honeywell Educators at Space Academy (HESA) di US Space and Rocket Center (USSRC) di Huntsville, Alabama.
Mereka mengikuti pelatihan dan aktivitas yang berfokus di bidang Science, Technology, Engineering, dan Maths (STEM) sejak 14-25 Juni, seluruhnya melibatkan 224 guru dari 35 negara dan 45 negara bagian Amerika.
Presiden Honeywell Indonesia, Roy Kosasih, mengemukakan, program yang telah berjalan sejak 2013 ini telah memberangkatkan 40 guru Indonesia menimba ilmu sains ke Negeri Paman Sam.
"Program pengembangan profesional ini diciptakan khusus membantu para guru sains dan matematika di sekolah dasar dan menengah agar mampu menjadi pendidik yang lebih inovatif dan efektif di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika atau STEM," kata Roy kepada wartawan di Jakarta, Jumat (29/6), saat mendampingi 10 guru Indonesia yang telah kembali ke Tanah Air mengikuti program HESA tersebut.
Dikatakan, program HESA terwujud melalui kerja sama antara Honeywell Hometown Solutions –badan tanggung jawal sosial perusahaan- bersama USSRC. Program ini telah memberangkatkan lebih dari tiga ribu guru mengikuti program HESA dan diperkirakan mereka telah berhasil menginspirasi lebih dari 5 juta murid di penjuru dunia.
Roy mengutarakan para guru belajar cara dan teknik mengajar yang inovatif agar mereka lebih mampu membangkitkan ketertarikan anak didiknya belajar sains dan matematika. Mereka dibimbing langsung Deborah Barnhat, CEO dari USSRC, serta mengikuti pembelajaran intensif 45 jam di kelas, laboratorium, serta beragam pelatihan, dengan fokus pada eksplorasi luar angkasa.
"Para guru juga belajar melalui simulasi pelatihan yang digunakan para astronot NASA dan mengasah jiwa kepemimpinan dan kerja sama mereka, serta membangun jaringan dengan guru-guru dari negara lain," ungkapnya.
Lebih lanjut ia berharap, para 10 guru Indonesia ini dapat menularkan pembelajaran STEM pada siswanya di Tanah Air dalam membantu menyiapkan diri menghadapi tantangan masa depan di era kecanggihan teknologi yang semakin maju.
Ia menambahkan belajar STEM tidak hanya membaca buku dan mengingat angka, kini belajar STEM harus dengan mencoba dan mengeksplorasi.
"Honeywell amat senang dapat berinvestasi kepada para guru meningkatkan teknik mengajar dan semoga para siswa mereka dapat meraih masa depan terbaik mereka," tukasnya.
Bagi Nur Fitriana, Guru SD Negeri Deresan, Sleman, Yogyakarta, pengalaman belajarnya di AS secepatnya akan ditularkan kepada anak didiknya.
"Saya yang guru dari desa di mana sekolah saya belum punya laboratorium di kelas tentu surprise terpilih pada program HESA ini. Dan saya akan berupaya menularkan pembelajaran matematika yang menyenangkan kepada siswa saya," kata Nur Fitriana, jebolan S2 Psikologi Pendidikan Universitas Gadjah Mada ini.
"Terpilih dalam program HESA sungguh pengalaman tidak terlupakan. Kesempatan ini menambah pengetahuan dan pengalaman berharga untuk menginspirasi siswa agar tertarik mendalami STEM. Bukan tidak mungkin suatu saat dari Indonesia, bisa muncul astronot," kata Darum Budiarto, guru SMKN 1 Seram Bagian Timur, Maluku, yang juga menjadi salah satu peserta lainnya.
Sementara, Abdurahman, guru MAN Insan Cendikia Gorontalo, merupakan satu-satunya guru geografi yang terpilih pada program HESA, mengaku dirinya bersyukur mengikuti pelatihan astronot.
"Ïlmu geografi yang saya miliki bermanfaat dan terpakai saat pelatihan di NASA," ungkapnya. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved