Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SIAPA sangka, desainer Dian Pelangi merupakan lulusan SMK. Benar, perempuan bernama lengkap Dian Wahyu Utama ini lulusan SMK Negeri 1 Pekalongan, Jurusan Tata Busana. Meski keputusan masuk SMK itu paksaan orangtuanya.
"Saya waktu itu maunya masuk SMA. Saya masih inget banget, ketika saya lulus pesantren saya mau lanjut pesantren karena sudah nyaman bersama teman-teman saya. Tapi, bapak saya bilang Dian harus masuk SMK karena sebenarnya bisnis Dian Pelangi sudah dibangun oleh orangtua saya sejak tahun kelahiran saya yaitu tahun 1991, dan labelnya bernama Dian Pelangi dengan harapan agar saya yang meneruskan gitu," ujar Dian Pelangi.
Awal masuk SMK, Dian merasa malu, apalagi saat itu SMK belum populer dan ia mendapatkan banyak cibiran dari teman-teman dan saudaranya.
"Dulu saya ditanya sama temen-temen lulus masuk SMA mana, biasa, dong, kan, kalau lulus SMP keren-kerenan masuk SMA, dan saya bilang masuk SMK tata busana, dan teman-teman saya bilang oh mau jadi tukang jahit, lo? Digituin sama temen-temen. Saudara juga bahkan ada perlakuan yang sayang banget nih Dian masuk SMK. Ya, udah deh saya orangnya dari dulu nurut kata orangtua, bahasa halusnya diarahin bukan dipaksa," ungkap perempuan yang menjadi desainer utama Dian Pelangi Company.
Butuh perjuangan belajar di SMK, apalagi ia kurang suka belajar di SMK. Ibunya sangat berperan membantu Dian menyelesaikan tugas sekolahnya. Dian juga kala itu kerap melempar hasil kerjanya saat pulang sekolah. Saat kelas 2, Dian mulai ikut organisasi dan menjadi ketua OSIS. Sejak itu, ia menikmati masa SMK.
"Ternyata 3 tahun ini saya banyak banget belajarnya di SMK. Bukan hanya sekadar tata busana, tapi sosialisasi, leadership dari OSIS tersebut, terus saya juga harus bisa menghadapai teman-teman dari kalangan mana pun," ujar Dian.
Setelah melihat perkembangan Dian, baru ayahnya mengungkapkan alasan ia memasukkan Dian ke SMK. "Bapak masukin kamu ke SMK juga sengaja biar kamu bisa terbiasa dengan kalangan atas atau kalangan mana pun, jadi dalam kerjaan saya bisa menghadapi karyawan-karyawan, customer, dan siapa pun bisa saya hadapi dan bapak saya juga ada message terselubungnya dari situ," papar perempuan yang masuk 30 Under 30 Asia versi Forbes.
Bukan sekadar mendesain, Ayahnya sempat menyewakan Dian satu kios di Tanah Abang dan ia harus menjual baju hasil karyanya di sana. Selama 6-7 bulan berjualan, ia baru dipindahkan ke butik Dian Pelangi.
"Kayaknya saya juga banyak belajar dari bapak saya karena bapak saya dulu banyak memaksa ke sana ke mari. Pada waktu itu saya menganggap apa yang dilakukan oleh bapak saya jahat, tapi justru sekarang saya sangat berterima kasih pada bapak saya," ungkap Dian Pelangi.
Pada 2016, Dian berbagi pengalamannya dengan anak-anak SMK se-Indonesia. Dia merasa perlu regenerasi dunia fesyen. Menurut Dian, anak SMK itu spesial dan sudah bisa memilih alur pekerjaannya dari usia muda. Dengan kemampuan yang dimiliki, anak SMK jangan pernah menyerah dan percaya diri. Bila mereka tetap konsisten dan penuh motivasi, pasti akan berhasil.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved