Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
IBU Negara Timor Leste Cidalia Mozinho Lu Olo mengunjungi Kampung Keluarga Berencana (KB) di ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA) Kalijodo, Jakarta, kemarin. Kehadirannya di Kampung KB Kalijodo merupakan rangkaian kunjungan kenegaraan Presiden Timor Leste Francisco Guterres di Indonesia.
Cidalia berkunjung untuk melihat kegiatan sekaligus menyapa para penyuluh dan warga Kampung KB. Ia menyampaikan apresiasi atas program Kampung KB dan menyatakan kekagumannya bahwa program tersebut tidak hanya menyasar keluarga muda untuk membangun keluarga sejahtera, tapi juga mengurusi manula.
“Terima kasih dan saya sangat mengapresiasi karena pekerjaan ini susah, tapi memberi banyak manfaat bagi masyarakat,” tutur Cidalia di hadapan para penyuluh KB yang menyambutnya.
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menjadikan Kampung KB sebagai program strategis dalam merancang keluarga kecil sejahtera dengan moto ‘dua anak cukup’.
Pelaksana Tugas Kepala BKKBN Sigit Priohutomo yang mendampingi Cidalia mengatakan Kampung KB merupakan satuan wilayah setingkat RW atau dusun yang dijalankan untuk memastikan masyarakat menjalani hidup sehat dan sejahtera. “Penerapannya untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga agar lebih bahagia, sejahtera, terbebas dari kemiskinan, stunting, keterbelakangan, dan kebodohan,” katanya.
Program tersebut, lanjutnya, juga menjadi upaya mencegah terjadinya stunting atau kekurangan gizi kronis melalui upaya perubahan pola asuh anak dalam keluarga. Saat ini pemerintah memfokuskan pada penanggulangan stunting di 1.000 desa.
Kepada Cidalia, Sigit juga menyampaikan Indonesia saat ini berusaha mengatasi permasalahan gizi ganda, yaitu kekurangan gizi seperti wasting (kurus) dan stunting pada balita, anemia pada remaja dan ibu hamil, serta kelebihan gizi, termasuk obesitas baik pada balita maupun orang dewasa.
Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, sekitar 37% (atau hampir 9 juta) anak balita mengalami stunting. Indonesia berada dalam jajaran negara dengan prevalensi stunting ke-5 terbesar di dunia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved