(Suasana pengunjung yang didominasi pelajar SMA saat berlangsungnya World Education Expo Indonesia 2013 di Balai Kartini, Jakarta awal 2013 lalu--MI/Atet Dwi Pramadia)
INDONESIA berada di peringkat 34 dari 144 negara dalam kategori daya saing bangsa. Hal itu berdasarkan data dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
"Sebanyak 2.217 penerima beasiswa pendidikan S2 dan S3 disebar ke tujuh benua di dunia untuk meningkatkan daya saing bangsa," kata Direktur Utama LPDP Eko Prasetyo di Jakarta, Rabu.
Negara tetangga kawasan Asia Pasifik beberapa memiliki peringkat yang lebih baik. Singapura berada pada peringkat kedua, kemudian Jepang berada di peringkat keenam, Taiwan pada posisi 14, New Zealand pada peringkat 17, Malaysia posisi 20, Australia berada pada posisi 22. Selanjutnya, Korea Selatan berada di peringkat 26, disusul Tiongkok posisi 28, lalu Thailand pada peringkat 31 hingga Indonesia berada pada posisi 34.
Apabila kondisi tidak berubah, menurut statistik, potensi perekonomian Indonesia akan menduduki peringkat tujuh pada tahun 2030. Hal ini disebabkan kurangnya tenaga ahli di berbagai bidang di Indonesia.
Menurut data, dari setiap satu juta penduduk di Indonesia hanya terdapat sebanyak 143 doktor. Perbandingan tersebut sangat jauh dengan negara-negara tetangga yang berada di Asia.
Dengan Malaysia misalnya, di sana rasionya adalah ada 509 doktor dari setiap satu juta penduduknya. Kemudian, di India, terdapat sebanyak 1.410 doktor dalam setiap satu juta penduduknya.(Ant/H-5)