Kelola Bank Sampah, Universitas Budi Luhur Raih Penghargaan

Micom
27/6/2018 07:10
Kelola Bank Sampah, Universitas Budi Luhur Raih Penghargaan
(Ist)

SEJAK beberapa tahun terakhir Universitas Budi Luhur peduli terhadap pengelolaan sampah menjadi bahan berguna. Sampah yang selama ini menjadi masalah dunia, khususnya masyarakat Ibu Kota Jakarta, dikelola dengan sistem semimodern yang hasilnya dinilai cukup membanggakan.

Rektor Universitas Budi Luhur Prof Dr Sc Agr Ir Didik Sulistyanto, menjelaskan, sebagai motor penggerak pengelolaan sampah di tingkat Perguruan Tinggi (PT), kampusnya bukan hanya memberikan pemahaman akan manfaat mengelola sampah secara benar kepada para mahasiswanya, tetapi juga menularkan kepada masyarakat luas akan pengelolaan sampah menjadi produk yang bisa dimanfaatkan.

"Sejak 2012 Universitas Budi Luhur menggeluti sampah mulai proses hulu ke hilir, yang didukung penuh Ketua Yayasan Budi Luhur Cakti Kasih Hanggoro MBA. Selanjutnya pada 2014, Universitas Budi Luhur meresmikan Bank Sampah, sekaligus sebagai peningkatan kualitas pengelolaan sampah dengan peresmian New Bank Sampah Budi Luhur pada 2017," terang Didik.

Dari upaya yang dilakukan itu, Universitas Budi Luhur menerima penghargaan atas keberhasilannya melalui program pengabdian masyarakat dalam pengelolaan Bank Sampah di 2018, yang diberikan pemerintah melalui Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Kopertis Wilayah III.

Penghargaan diterima langsung oleh Rektor Universitas Budi Luhut saat acara Rapat Koordinasi Daerah Kopertis Wilayah III 2018 di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (26/6), yang dibuka oleh perwakilan Kemenristekdikti Direktur Jenderal Belmawa Prof Intan dan Koordinator Kopertis III Dr Illah Sailah, melalui tema mewujudkan Pelayanan Prima 4.0 guna meningkatkan lulusan dan Iptek berdaya saing.

Menanggapi penghargaan yang diterima kampusnya, Didik, mengungkapkan rasa bahagia dan bangganya akan hasil yang diterima oleh Universitas Budi Luhur atas pengabdian yang selama ini. Hal ini menjadi bukti bahwa apa yang dilakukan Universitas Budi Luhur merupakan suatu hal yang bermanfaat sesuai dengan semangat kebudiluhuran, yang selalu menjadi moto UBL.

"Universitas Budi Luhur selain menerima Penghargaan Pengelolaan Bank Sampah yang satu-satunya berasal dari 333 PTS se-DKI, juga didaulat sebagai Koordinator Pengabdian Citarum Harum program pemerintah dalam bentuk KKN dan Pengabdian Masyarakat yang melibatkan ribuan mahasiswa ke depannya," ungkap Rektor Didik dalam keterangan tertulis, Selasa.

Sebagai informasi, Program Pengabdian Masyarakat merupakan besutan Kemenristekdikti untuk memberikan semangat kepada perguruan tinggi melakukan hal-hal inovatif yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Dalam program ini, Kemenristekdikti mempersiapkan anggaran dalam pelaksanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. (RO/OL-1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya