Kemenag Minta Madrasah Persiapkan Anak Didik untuk UN
Antara
08/4/2015 00:00
(MI/Amiruddin Abdullah Reubee)
KEPALA Kantor Kementerian Agama Kota Mataram Buranul Islam meminta semua kepala madrasah baik tingkat ibtidaiah, tsanawiyah, maupun aliyah untuk tetap mempersiapkan siswa untuk menghadapi ujian nasional.
"Meskipun ujian nasional (UN) tidak lagi menjadi penentu kelulusan, tetapi UN tetap menjadi acuan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi," katanya di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Rabu (8/4).
Dalam mempersiapkan UN, semua tingkatan madrasah sudah melakukan melaksanakan try out sebagai salah satu upaya untuk melakukan pemetaan terhadap kemampuan siswa.
Melalui try out, kata dia, pihak sekolah bisa melakukan pemetaan terhadap siswa yang dinilai masih membutuhkan bimbingan dan pendampingan untuk menghadapi UN sehingga bisa mencapai standar nilai yang ditetapkan.
Belum lama ini para siswa madrasah juga sudah mengikuti ujian akhir madrasah berstandar nasional (UAMBN).
"Alhamdulillah dari hasil UAMBN para siswa madrasah sudah bisa memenuhi standar kelulusan yang masing-masing mata pelajaran berbeda-beda. Angka persisnya saya tidak ingat," katanya.
Namun, lanjut Burhanul, dalam penentuan standar nilai, Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi NTB sudah menetapkan kesepakatan standar nilai kelulusan bagi siswa madrasah sebesar 30 untuk nilai UN dan 70 untuk nilai ujian sekolah.
Sebenarnya, jika dilihat dari rata-rata kualitas madrasah di Kota Mataram sudah mampu memenuhi standar 40:60 atau bahkan 50:50, akan tetapi Kemenag juga harus mempertimbangkan kondisi madrasah-madrasah lainnya terutama yang berada di pinggiran.
Kendati demikian, katanya, pihaknya tetap menekankan kepada para guru agar dalam melakukan penilaian terhadap siswa haruslah dilakukan secara objektif, agar terjadi rasionalisasi terhadap hasil nilai UN dan ujian sekolah.
"Kami tidak ingin ada kesenjangan yang signifikan terhadap nilai hasil UN dan ujian sekolah. Ke depan hal itu bisa dipertanyakan," ucap Burhanul.
Buhanul menyebutkan, jumlah madrasah ibtidaiah (MI) di Kota Mataram saat ini sebanyak 22 sekolah, terdiri atas 19 MI swasta dan tiga MI negeri. Sedangkan madrasah tsanawiyah (Mts) sebanyak 21 sekolah, yakni 18 swasta dan tiga negeri, dan madrasah aliyah (MA) sebanyak 11 sekolah meliputi sembilan MA swasta dan dua MA negeri. (Q-1)