Wisata Hit Buatan Karang Taruna

BN/LD/Zuq/M-2
24/6/2018 07:50
Wisata Hit Buatan Karang Taruna
RIVER TUBING: Wisata River Tubing Pelangi di Kabupaten Malang lahir dari kegelisahan pemuda terhadap perkebunan yang lesu.(MI/BAGUS SURYO)

MENGARUNGI Sungai Amprong yang jernih di lereng Gunung Semeru, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, begitu diidamkan Azis Ajiantoro. Pria asal Jakarta ini mengetahui wisata berarung jeram dengan ban karet (river tubing) di sungai tersebut dari internet.

Karena tampak sangat mengasyikkan, Aziz bersama dengan 14 anggota keluarga memanfaatkan libur Lebaran dengan menyambangi wisata yang bernama River Tubing Pelangi itu. "Kami lewat paket wisata Kaki Tengger. Servisnya memuaskan. Kita tidak salah pilih," ungkap Azis kepada Media Indonesia saat ditemui menjelang turun ke sungai pada Rabu (20/6).

Paket wisata Kaki Tengger yang disebutkan Azis dibuat organisasi yang sama dengan pengelola River Tubing Pelangi. Hebatnya, mereka bukanlah swasta bermodal besar, melainkan karang taruna desa setempat, yaitu Karang Taruna Trisula Desa Wringaningrom.

"Desa kami dulunya sentra perkebunan buah apel, tapi hasil panen turun terus hingga kebun dibongkar. Itulah yang mendorong kami untuk bangkit dan mandiri. Akhirnya kami merintis tubing dan usaha jasa wisata lainnya," tutur Ketua Karang Taruna Trisula, Hari Hartono.

Ide river tubing, tambahnya, muncul karena mereka melihat arus Sungai Amprong yang deras dan cocok untuk kegiatan wisata, bahkan untuk arung jeram (rafting).

Berdiri setahun lalu, River Tubing Pelangi kini sudah cukup dikenal di media sosial. Pengikut akun Instagram mereka, @tubing_pelangi, mencapai 2.000 lebih. Jumlah itu terhitung cukup banyak jika dibanding dengan river tubing lokal lain.

Karang Taruna itu pun berusaha mengelola destinasi dengan profesional. Lokasi wisata dilengkapi dengan gazebo, toilet, taman, dan area foto. Tiap hari, 15 pemuda bekerja melayani pengunjung dengan berbagi tugas menjadi pemandu, penyiap perlengkapan, hingga humas.

Wisata lokal yang digerakkan pemuda dan warga memang semakin banyak muncul di Tanah Air, termasuk di Banjarnegara, Purbalingga, maupun Banyuwangi. Dengan usaha itu, keuntungan bukan saja dinikmati kelompok pengelola, melainkan juga warga lain karena banyaknya rantai peluang ekonomi yang tercipta. Dari sinilah wisata menjadi kekuatan ekonomi desa. (BN/LD/Zuq/M-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya