Pembangunan Harus Perhatikan Keluhan Warga dan Dampak Lingkungan
Richaldo Y.Hariandja
01/4/2015 00:00
(ANTARA/YUDHI MAHATMA)
INSPEKTUR Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Prie Supriadi menyatakan bahwa rencana Pembangunan PLTU Batubara di Batang, Jawa Tengah, hendaknya memerhatikan keluhan masyarakat lokal. Manurutnya, keluhan masyarakat lokal wajib diperhatikan, bahkan diberikan solusi ketika pembangunan tersebut justru memakan mata pencaharian mereka.
Menurutnya, perlu ada penggantian lahan kepada warga apabila pembangunan di sana masih tetap dijalankan. Hal tersebut sebagai cara untuk mengganti rugi lahan masyarakat yang terpaksa dikorbankan oleh kebutuhan mendesak tersebut.
Ditambahkan pula olehnya bahwa lahan pertanian warga Batang sebenarnya tergolong subur, terlebih lagi dengan jenis lahan pertanian irigasi di sana dapat mencapai masa penen hingga tiga kali dalam setahun. "Lahan di sana sangat subur, apalagi kebanyakan dari mereka mata pencahariannya adalah bertani dan nelayan," ucap Prie saat dihubungi selasa (31/03).
Meskipun demikian, dikatakan olehnya bahwa wewenang KLHK dalam hal ini hanya sebagai pemberi saran saja, bukan pengambil keputusan. "Ibu Siti sudah memberikan saran kepada Presiden Jokowi untuk memerhatikan keluhan rakyat, apalagi mereka semua adalah petani dan nelayan yang kebetulan lahannya terancam lewat proyek ini," tambahnya.
Sebelumnya, Proyek PLTU yang merupakan master plan dari Proyek Perencanaan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi di Indonesia tersebut sempat mendapat protes keras dari warga Batang. pasalnya, lahan yang akan dijadikan PLTU tersebut diklaim oleh warga sebagai lahan yang subur yang dapat membantu kedaulatan pangan.
Humaidi, salah satu warga Batang yang datang ke Jakarta untuk datang ke KLHK menyatakan bahwa selama ini Desanya tidak pernah mengalami kekeringan saat kemarau, maupun banjir di musim hujan. "Sawah kami merupakan sawah yang memiliki irigasi teknis, jadi kualitas tanahnya masih baik," ucapnya di Jakarta, senin (30/03) lalu.
sedangkan untuk wilayah perairan, dikatakan olehnya bahwa sumber ikan di daerah tersebut sangat kaya, terlebih dengan banyaknya nelayan dari Jawa Barat dan Timur yang rela datang untuk menjaring ke sana. (OL-3)