Semaikan Demokrasi melalui Kompetisi Diplomat

Sidik P
30/3/2015 00:00
Semaikan Demokrasi melalui Kompetisi Diplomat
()
SEBANYAK 220 peserta dari 20 SMA se-Jabodetabek mengikuti kompetisi  diplomat dalam Junior Short Diplomatic Course (JSDC) 2015 yang digelar program studi Hubungan Internasional Fisip Universitas Budi Luhur (UBL), di Jakarta, akhir pekan lalu.

Pada kompetisi yang bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri RI itu, masing-masing SMA diwajibkan mengirimkan dua perwakilan mereka untuk berperan menjadi presiden dan menteri luar negeri.

Untuk JSDC tahun ini, masih menggunakan simulasi sidang Bali Democracy Forum (BDF) yang mengusung tema BDF VI Consolidating Democracy in Pluralistic Society.

Para peserta dinilai oleh tiga juri dari Direktorat Diplomasi dan Informasi Kementerian Luar Negeri RI dari sisi kapabilitas penggunaan bahasa Inggris mereka.

''Mereka juga akan dinilai gesture, attitude, hingga position paper yang dibuat,'' kata Ketua Program Studi HI Fisip UBL Yusran melalui rilis yang diterima, kemarin.

Di akhir ujung penilaian, muncul pemenang dengan JSDC 2015 dengan berbagai kategori yakni Best Speaker, Best Position, dan Juara Bergilir.

Untuk best speaker dimenangkan SMK 43 Jakarta, best position paper dimenangkan SMK Al-Hikmah, dan juara bergilir diraih oleh SMAN 112 Jakarta.

''Kegiatan ini terus berlangsung setiap tahun dengan harapan bisa lahir diplomat-diplomat handal melalui ajang ini,'' pungkas Yusran.

Sementara itu, J Subagia Made perwakilan dari Direktorat Diplomasi dan Informasi Kementerian Luar Negeri RI menyatakan BDF ialah satu-satunya forum yang membahas demokrasi di Asia Pasifik.

''Harapannya melalui kompetisi melalui simulasi sidang BDF ini bisa membantu Kemenlu untuk menyebarkan nilai-nilai positif dari sistem demokrasi dan menumbuhkan rasa cinta terhadap Tanah Air. Karena itu, kami mengapresiasinya,'' pungkas Made. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya