MENTERI Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan menekankan pentingnya kejujuran dalam pelaksanaan Ujian Nasional (UN).
''Pelaksanaan UN 2015 harus garisbawahi kejujuran. Kalau sekolah mensyaratkan lulus 100%, harus 100% jujur,'' ujar Mendikbud Anies di sela-sela acara Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) di Depok, Jawa Barat, Senin (30/3).
Dalam waktu dekat, Kemendikbud akan meluncurkan kampanye UN jujur. ''Dalam kampanye ini kami tekankan bahwa tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya, UN tidak lagi menjadi penentu kelulusan. Kelulusan ditentukan oleh satuan pendidikan,'' jelas dia.
Anies juga menyatakan UN tahun ini sebagai syarat mendaftar pada jenjang pendidikannya. ''Mulai tahun ini, UN hanya alat untuk memotret capaian siswa," jelas dia. Sekolah mendapatkan tugas menentukan dan membuat laporan pelaksanaan UN.
Anies berharap siswa yang selama ini merasa tercengkeram dengan adanya UN bisa bernafas lega. Disinggung mengenai persiapan UN, Anies mengatakan naskah UN telah siap untuk disalurkan ke daerah-daerah. ''Memang ada beberapa yang belum, tapi itu hanya sedikit,'' cetus Anies.
Ia menambahkan Kemendikbud juga akan menerapkan indeks integritas yang bertujuan menekankan pentingnya kejujuran dalam pelaksanaan UN.
Pengukuran indeks itu berdasarkan pola kesamaan jawaban pada UN. Jika kesalahan dalam UN tersebut seragam, dipastikan terjadi kecurangan.
''Tujuan dari pengukuran ini untuk mengurangi tindakan yang tidak sesuai dalam pelaksanaan UN,'' kata Kepala Balitbang Kemdikbud, Furqon.
Nantinya Kemendikbud akan memberikan penghargaan kepada kepala sekolah yang indeks integritasnya tinggi. (Ant/H-2)