Krisis Air, Pasuruan Minta CSR Usaha Tambang

(AB/H-5)
21/6/2018 05:30
Krisis Air, Pasuruan Minta CSR Usaha Tambang
(MI/Abdus Syukur)

SAAT memasuki musim kemarau, debit mata air di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, mengalami penurunan drastis sehingga beberapa desa di sejumlah kecamatan mengalami krisis air bersih. Untuk mengatasi krisis air bersih, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, telah mengirimkan truk-truk tanki air ke sejumlah wilayah.

Selain itu, Pemkab Pasuruan juga berharap agar perusahaan-perusahaan tambang, terutama di sekitar mata air yang mengecil, untuk membantu warga dengan mengeluarkan CSR bantuan air bersih.

“Kami fokus memberikan bantuan air bersih untuk wilayah timur di Kecamatan Lumbang di sekitar lereng Gunung Bromo. Di wilayah barat, di sekitar lereng Gunung Penanggungan, kami juga memberikan bantuan yang bersifat kondisional. Kami berharap perusahaan tambang yang banyak beroperasi di kawasan itu mengeluarkan CSR-nya,” kata Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan, Bakti Jati Permana, Rabu (20/6).

Menurut Bakti, perusahaan tambang perlu mengeluarkan CSR-nya karena mata air yang debitnya menurun itu berada di sekitar lokasi pertambangan.

Dituturkan, debit mata air di lereng Gunung Penanggungan sebenarnya masih lumayan besar. Namun, karena keberadaan mata air berada di sekitaran lokasi penambangan pasir-batu, membuat air tidak bisa mengumpul dan memasuki pipa-pipa yang tersedia. (AB/H-5)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya