SEKOLAH pendidikan kepelautan di Indonesia saat ini hanya menghasilkan 5% lulusan dari 69 ribu pelaut yang dibutuhkan. Hal itu tak sebanding dengan kondisi Indonesia yang merupakan negara kepulauan dengan 13.466 pulau dan 70% wilayahnya merupakan wilayah perairan
''Di sisi lain, Presiden Joko Widodo sedang menitikberatkan di sektor maritim yang salah satu program kerjanya yaitu membangun tol laut yang akan digenjot dalam empat tahun mendatang,'' ungkap Kepala Sub Divisi Kepelautan Kementerian Perhubungan Capt Weku Frederik Karuntu MM dalam penandatangan MoU dan peresmian studi pelayaran di SMK Wisudha Karya, Kudus, Jawa Tengah, Kamis (26/3).
Penandatanganan MoU dilakukan antara Djarum Foundation bersama PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia dan juga Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC), salah satu institusi perbankan di Jepang serta anak usahanya, untuk program peningkatan kualitas Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Melalui rilis yang diterima pada Senin (30/3), Weku berharap peresmian program studi pelayaran di SMK Wisudha Karya dapat menciptakan pelaut-pelaut atau sumber daya manusia (SDM) yang sesuai kompetensi dan bisa memenuhi kriteria standarisasi nasional dan internasional.
''Tidak hanya itu, tetapi juga bisa memaksimalkan pembangunan tol laut yakni di sektor transportasi laut, seperti pelabuhan, kapal dan sistem logistik,'' jelas Weku.
Program Director Djarum Foundation Primadi H Serad menambahkan Djarum Foundation telah melakukan program peningkatan kualitas SMK di Kudus, Jawa Tengah, sejak 2012.
''Bidang pelayaran merupakan salah satu paket keahlian unggulan yang dikembangkan bersama SMBC yang difokuskan pada kualitas SMK di bidang teknika kapal niaga dan nautika kapal niaga,'' kata Primadi. Ia berharap dengan peresmian SMK Wisudha Karya membantu mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) Indonesia dalam bidang navigasi kapal niaga.
''Jadi, Indonesia sudah siap dengan SDM pelaut ketika tol laut sudah bisa berjalan maksimal. Apalagi lulusan dari sekolah ini besertifikasi dan bisa mendapat gaji Rp12 juta - Rp15 juta per bulan kalau bekerja di kapal berbendera Indonesia,'' jelas Primadi.
Ke depannya, menurut Primadi, Bakti Pendidikan Djarum Foundation bakal mengembangkan sekolah kejuruan di bidang animasi. (H-2)