GENERASI muda Indonesia harus kembali menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam keseharian mereka. Itu penting agar nilai-nilai toleransi yang telah diwariskan pendiri negeri ini tetap terjaga.
''Saat ini kami melihat ada kecenderungan melunturnya nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Seperti adanya kekerasan dan tawuran. Maka itu sudah saatnya kita canangkan Gerakan Cinta Pancasila,'' kata Emma Holiza dari Diatama Communications, di sela peluncuran Gerakan Cinta Pancasila, di SMAN 29, Jakarta, kemarin.
Turut hadir pula antara lain Direktur Klinik Pancasila Dodi Susanto, Kasubdit Bin Polmas Ditbinmas Baharkam Polri, Kombes (Pol) M Elia WM, dan Ketua Tim Dewan Juri Kompetisi Cinta Pancasila Rieka Roslan.
Emma menjelaskan untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila itu, pihaknya yang didukung oleh Kemendikbud, Dinas Pendidikan DKI, Mabes Polri dan Klinik Pancasila akan menggelar sosialisasi Gerakan Cinta Pancasila.
Tahap pertama, yang dipilih ialah 50 sekolah di Jakarta untuk semester pertama tahun ini. Pada semester kedua tahun ini, barulah sekolah yang tersebar di Bandung dan Banten.
''Baru tahun depan berlanjut ke Surabaya untuk semester pertama, serta Yogyakarta dan Semarang untuk semester kedua pada 2016,'' papar Emma.
Ia berharap lewat gerakan itu, generasi muda Indonesia bisa menjadikan Pancasila sebagai pedoman yang kerja diterapkan dalam kehdiupan sehari-hari. ''Sehingga, negeri ini bisa hidup rukun, terhindar konflik dan gotong royong,'' papar dia.
Direktur Klinik Pancasila Dodi Susanto menyampaikan melalui Gerakan Cinta Pancasila akan disosialisasikan kepada generasi muda mengenai pentingnya berketuhanan yang maha esa, menciptakan anak yang ramah, mengutamakan persatuan, mengedepankan musyawarah mufakat untuk salah satu energi kebangsaan, dan mencegah eksploitasi sumber daya alam.
''Untuk itu, nantinya akan digelar juga Kompetisi Cinta Pancasila di sekolah-sekolah yang nanti disosialisasikan Gerakan Cinta Pancasila,'' tukas Dodi. (Mut/H-2)