PELAKSANA ujian nasional (UN) online untuk tingkat sekolah menengah atas (SMA) dan sederajat sudah di depan mata. Tapi ternyata anggarannya belum cair dari pemerintah pusat.
Akibatnya, Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan utang. Hal itu diakui Plt Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Salam Soba, hari ini. Hanya saja menurut Salam, mereka ngutang hanya untuk pengadaan alat tulis saja. ''Ya, seperti pengadaan kartu tes. Itukan sudah dibagikan pada siswa yang akan ikut ujian,'' jelasnya.
Salam mengaku pihaknya tidak ambil pusing dengan belum cairnya anggaran dari pusat tersebut. Karena, menurut Kepala Seksi Kurikulum Bidang Pendidikan Menengah dan Kejuaruan Dinas Pendidikan Makassar, Ahdar Saleh, pihak sekolah bisa menggunakan dana biaya operasional sekolah (BOS) yang ada umtuk keperluan UN tersebut.
''Kalau belajar dari pengalaman-pengalaman UN sebelumnya, biasanya dana dari pusat itu turunnya setelah UN. Kalau menunggu itu, bisa-bisa UN tidak terlaksana, terlebih, ini kita harus ekstra kerja dengan sistem online yang diterapkan,'' tukas Ahdar.
Meski demikian, belum jelasnya anggaran UN, membuat Dewan Pendidikan Sulsel kecewa. Ketua dewan Pendidikan Sulsel Adi Suriadi Culla menyebutkan hal itu jelas berpengaruh pada persiapan pelaksanaan ujian secara matang.
''Ini terjadi akibat kurang tanggapnya Kementerian Pendidikan Dasar Menengah dan Kebudayaan. Banyak sekali kesalahan pusat. Selain anggaran yang telat, sosialisasi UN juga terbilang lambat. Belum lagi UN online yang belum jelas dan terkesan terburu-buru,'' tegas Adi. (LN/H-1)