Menkes Tantang RSK Sitanala Temukan Obat Kusta Baru
Cornelius Eko
25/2/2015 00:00
()
MENTERI Kesehatan (Menkes) Nila F Moeloek menginstruksikan agar Rumah Sakit Kusta (RSK) Sitanala di Tangerang, dapat menjadi pusat riset penyakit kusta. Melalui sejumlah riset dari RSK tersebut diharapkan dapat ditemukan sejumlah obat dan terapi baru kusta yang lebih efisien dan efektif.''RS ini jangan hanya menjadi tempat pengobatan, tetapi juga sarana riset. Bisa jadi ke depan diketemukan obat kusta yang manjur dari sini,'' ujar Nila usai meresmikan gedung pelayanan terpadu Adhyatma di RSK Sitanala, Tangerang, Banten, kemarin.
Menurut Menkes, pengobatan kusta di masa kini memang tergolong rumit dan merepotkan bagi penderita. Untuk penyakit kusta kering, pasien harus rutin minum obat hingga enam bulan. Sedangkan untuk kusta basah durasi waktunya bahkan sampai sembilan bulan. Walhasil, banyak terjadi kejadian putus obat lantaran pasien tidak disiplin mengonsumsi obat-obatan tersebut. Penemuan obat dan terapi baru dinilai Menkes penting bagi Indonesia. Pasalnya, menurut catatan Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada 2012, Indonesia menjadi negara ketiga terbanyak yang memiliki kasus kusta di dunia, setelah Brazil dan India.
Saat ini kusta memang masih menjadi masalah di 55 negara. Namun, WHO mencatat 82% total kejadian kusta hanya terjadi di lima negara, yakni Brazil, India, Indonesia, Myanmar dan Nigeria. Kendati Indonesia telah mencapai eliminasi kusta pada 2000 atau rata-rata 1 kasus 100 ribu secara nasional, tapi di tingkat lokal 14 dari 33 provinsi dan 150 dari 479 kabupaten memiliki angka penemuan kasus baru lebih dari 10 per 100.000 penduduk dan atau jumlah kasus baru yang ditemukan tiap tahunnya lebih dari 1.000. Adapun untuk lima provinsi endemis kusta tertinggi di Indonesia saat ini adalah Papua Barat, Maluku Utara, Papua, Maluku dan Gorontalo. (Tlc/H-2)