Bali seperti Rumah Utama Turis Australia

Puput Mutiara
25/2/2015 00:00
Bali seperti Rumah Utama Turis Australia
()
Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya yakin pariwisata di Bali tidak akan sepi karena larangan pemerintah Australia kepada warganya untuk tidak berwisata ke Pulau Bali. Sebab, pariwisata itu hubungannya lebih orang ke orang atau lebih sosial kultural. ''Artinya orang Indonesia tetap pergi ke Australia dan orang Australia tetap pergi ke Bali. Mereka tidak bisa tidak datang ke Bali sebab Bali rumah utama mereka,'' ungkap dia seusai menjadi pembicara pada seminar Creative Marketing Collaboration in Tourism di STIE Prasetya Mulya, Jakarta, kemarin.

Sebelumnya pemerintah Australia telah melakukan protes keras atas hukuman mati yang dijatuhkan kepada Andrew Chan dan Myuran Sukumaran. Pada 2006, keduanya memimpin penyelundupan 8,3 kilogram heroin ke Bali dengan tujuh anak buahnya sehingga kelompok itu disebut Bali Nine. Menurut Arief, secara statistik pariwisata tidak akan turun dan tidak terpengaruh dengan adanya seruan pemerintah negara lain untuk tidak  mengunjungi Bali.

Pada kesempatan yang sama, Ketua STIE Prasetya Mulya Djoko Wintoro menyampaikan hal senada. Ia yakin pariwisata di Bali tidak akan turun hanya lantaran protes pemerintah Australia yang menyerukan warganya tidak mengunjungi Bali.
''Dulu pernah saat Bangkok di Thailand mengalami gejolak politik dengan banyaknya demonstran turun, turisme hanya turun 11%. Artinya turisme itu berbeda dengan peristiwa politik,'' ungkap Djoko. Menurut dia, selagi akses warga Australia ke Bali mudah, pasti mereka akan tetap mengunjungi Bali. Apalagi wisata di Bali bukan hanya untuk kelas atas, banyak warga kelas menengah yang suka ke sana. ''Apalagi di Bali tempat-tempat wisatanya ibarat surga bagi para turis asal Australia,'' pungkas Djoko. (Mut/H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya