BADAN Narkotika Nasional (BNN) merasa perlu meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) untuk memberantas narkoba. Apalagi, tahun ini BNN menetapkan target merehabiltasi 100 ribu penyalahguna.
Untuk mewujudkan itu, BNN melakukan seleksi terbuka untuk jabatan pimpinan tinggi pratama atau Eselon II. Jabatan yang dibutuhkan ialah dikrektur tindak pidana pencucian uang deputi bidang pemberantasan BNN, inspektur III Inspektorat Utama BNN, kepala pusat penelitian data dan informasi, kepala BNN Provinsi Bali, Maluku dan Nusa Tenggara Timur.
''Jadi sudah beberapa kali melaksanakan seleksi terbuka, di antaranya deputi pencegahan dilakukan tahun lalu. Untuk yang sekarang periode Maret eselon II kita buka,'' kata Kepala Biro Kepegawaian dan Organisasi BNN Brigjen Pol Dunan Ismail di Jakarta, Senin (23/2).
BNN sudah membuka pendaftaran pada 3-25 Februari 2015. Menurut Dunan, seleksi akan lebih ditekankan pada kualitas calon pejabat dengan penilaian uji kompetensi. Proses seleksi juga melibatkan beberapa instansi, di antaranya Sekeretaris Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Sekjen Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Ketua Peniliti Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).
''Seleksi ini kita bentuk Panselnas (Panitia Seleksi Nasional) lima orang. Tiga dari luar BNN dan dua lainnya dari lingkup BNN. Intansi itu tentu ada korelasi dengan jabatan yang dibuka. Jadi kombinasi Panselnas ini diharapkan bisa menyeleksi dengan kompetensi yang bagus untuk menduduki jabatan yang dipilih,'' jelasnya.
Dikatakan Dunan, seleksi ini akan melalui beberapa tahap. Dimulai dari seleksi administrasi, seleksi kompetensi manajerial, dan wawancara. Proses keseluruhan seleksi ini dilakukan hingga tiga bulan. ''Nanti dilihat juga rekam jejaknya, cek di lingkungan sekitarnya, itu ada timnya. April nanti pengumuman siapa yang lolos,'' tuturnya. (Mal/H-1)