Sembuh dari Sakit karena Mukena

*/M-4
10/6/2018 03:40
Sembuh dari Sakit karena Mukena
(ANTARA)

TANPA terasa, sudah sembilan tahun Hanifatul Isma, 44, menjadi relawan Gerakan Mukena Bersih (GMB), program nirlaba yang memberdayakan masyarakat untuk memastikan ketersediaan mukena yang layak, bersih, dan suci di masjid maupun musala.

Ketertarikannya bergabung dengan GMB berawal ketika dirinya melihat salah satu mukena berlogo GMB ketika salat di salah satu mal di Jakarta. Ia pun langsung menelepon nomor kontak yang berada di mukena tersebut dan memutuskan menjadi relawan GMB.

Ia merasa mungkin ini jalan yang diberikan Allah untuk membersihkan dirinya lahir dan batin. Saat itu ia memang sedang mengalami sakit yang cukup berat. “Saya berdoa setiap kali membersihkan mukena agar dibersihkan pula segala penyakit yang ada pada dirinya. Dan rupanya benar setelah beberapa tahun kemudian penyakit saya sembuh total,” ungkap salah satu pendiri program GMB itu saat ditemui di Sekretariat GMB di Kemang, Jakarta, pekan lalu.

Pengalaman senada dialami juga oleh Gita Saraswati, penggagas lain GMB. “Ketika melakukan ibadah salat di tempat umum, mukena dalam keadaan bau, kotor, dan tidak layak untuk dipakai. Padahal salah satu syarat sah salat adalah suci seluruh badan, suci pakaian,” ujarnya. Hingga kini, relawan GMB sudah mencapai 1.000 orang yang tersebar di 83 kota di seluruh Indonesia.


Senasib

Ditinggal sosok kepala keluarga bukan hal mudah, apalagi kalau orang itu menjadi tulang punggung keluarganya. Bagaimana nasib keluarganya kalau dia tidak ada?

Pemikiran sederhana nan menggugah itu muncul dari sejumlah pengemudi ojek daring yang bergabung dalam program GO-PAY atau Gojek Peduli Anak Yatim. Setiap bulan, mereka coba menyisihkan penghasilan untuk 153 anak yatim piatu dari keluarga driver.

“Mereka tidak mengenal para driver yang meninggal maupun para driver yang membawa data anak yatim piatu yang akan dibantu. Ini murni karena peduli. Enggak ada hubungannya dengan perusahaan kita bekerja,” ujar Babeh Adi, selaku penasihat GO-PAY saat ditemui di Taman Selangit, Kemayoran, Jakpus.

Program yang sudah berjalan selama tiga tahun itu pada awalnya hanya mampu menyantuni delapan anak yatim sebesar Rp40 ribu/orang. Ajaibnya, saat ini sudah bisa memberikan Rp150 ribu/orang untuk 153 anak yatim.

Selain dari penghasilan para pengemudi ojek, penggalangan dana juga dilakukan di Start-up Kitabisa.com. Hingga kemarin, jumlah dana yang terkumpul di Kitabisa.com telah mencapai Rp91,18 juta.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya