Dua Dosen UGM Diduga Terlibat HTI Dinonaktifkan

Ardi Teristi Hardi
09/6/2018 18:25
Dua Dosen UGM Diduga Terlibat HTI Dinonaktifkan
(Ist)

PIMPINAN universitas, Senat Akademik, dan Dewan Guru Besar mengadakan pertemuan dengan dua dosen yang diduga menolak Pancasila sebagai ideologi negara pada Jumat (8/6) di Gedung Pusat Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Kedua dosen tersebut, masing-masing menjadi Kepala Departemen dan Kepala Laboratorium di Fakultas Teknik.

Kepala Bagian Humas dan Protokol UGM, Iva Ariani, mengatakan, kedua dosen itu untuk sementara dinonaktifkan selama proses di Dewan Kehormatan Universitas (DKU). Nanti, hasil dari DKU menjadi rekomendasi untuk keputusan selanjutnya.

"Diduga menolak Pancasila dan diduga aktif menjadi anggota HTI," kata dia.

Demi kelancaran proses di DKU, maka kedua dosen akan segera dinonaktifkan sementara dari jabatan struktural yang mereka emban saat ini. Iva mengatakan, pimpinan universitas telah berdialog dan mendengarkan penjelasan dari kedua dosen berkaitan dengan pandangan mereka terhadap Pancasila. Hasil dialog segera diserahkan kepada DKU untuk dilakukan proses lebih lanjut.

Rekomendasi yang diberikan oleh DKU akan menjadi pertimbangan utama bagi pimpinan universitas untuk mengambil langkah selanjutnya.

Salah satu dosen Fakultas Teknik UGM, Bagas Pujilaksono Widyakanigara, menambahkan, dirinya telah berdialog dengan pimpinan UGM dalam rangka menyamakan persepsi dalam melihat fenomena radikalisme di UGM.

"Saya diberi kesempatan bicara sebebas-bebasnya soal radikalisme di Kampus UGM dengan fakta-fakta yang saya punya, yang faktanya memang sangat mengkhawatirkan dan meresahkan banyak pihak," kata dia.

Pimpinan UGM menjelaskan langkah-langkah yang sudah ditempuh saat ini dan sedang dalam proses.

"Kita sepakat, kita tidak akan pernah membiarkan kampus UGM diacak-acak oleh perilaku radikalis," pungkas dia. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya