Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ADA yang berbeda pada Kamis (7/6) sore di Brouven Koffie Bintaro, Tangerang Selatan. Kedai yang biasanya ramai dikunjungi orang menjelang buka puasa sore ini ditutup untuk umum. Ada apakah? Ternyata sedang ada gelar acara peringatan Hari Ulang Tahun ke-I dari Koperasi Komunitas Kopi Indonesia atau biasa disingkat Kokopi.
Kokopi merupakan sebuah koperasi yang menjadi wadah pegiat kopi Indonesia hulu sampai hilir yang didirikan pada 7 Juni 2017, tepat setahun yang lalu, oleh 96 anggota dari 11 provinsi. Setelah setahun berdiri sampai sekarang, anggotanya sudah hampir 200-an orang dengan komunitasnya mencapai hampir 1.800 orang tersebar di 20 provinsi.
Komposisi anggotanya 70-% nya ialah pegiat kopi mulai dari petani kopi, pendamping petani, pedagang, eksportir, pengusaha kedai, penjual mesin, dan barista serta 30 % sisanya adalah para penikmat kopi lintas profesi yakni ada yang sebagai pegawai dan pejabat di badan pemerintahan, praktisi perbankan dan Bank Indonesia, developer dan IT, marketing, coach, konsultan, wartawan, TNI, dan pengacara. Semua bersatu padu bersinergi untuk kemajuan kopi Indonesia.
Pada acara ulang tahun I ini, Kokopi mengangkat tema 'Pengalaman Membangun Kopi Indonesia' dari berbagai perspektif sebagai perwujudan 'Saatnya Kerja untuk Kopi Indonesia' (menuju kembalinya kopi Indonesia menjadi nomor 1 dunia dan peningkatan kesejahteraan petani kopi).
Pembicara yang dihadirkan antara lain adalah Endik Koeswoyo sebagai pembawa diskusi dari perspektif seniman adalah seorang penulis buku, novel, dan skenario viva barista.
Kemudian Louise Leny sebagai pembawa diskusi dari perspektif entrepreneur muda adalah seorang barista putri sekaligus pemilik dari Louie Coffee Pondok Pinang Jakarta Selatan. Leny merintis bisnis kedai kopinya dari nol dan dari belajar di kedai kopi orang lain mulai dari seorang karyawan bawahan.
Adapun pembicara lain ialah Andanu Prasetyo pemilik Kedai Kopi Tuku di Cipete Jakarta Selatan dan beberapa tempat di Jakarta lainnya yang membawakan diskusi dari perspektif wirausaha kopi yang dipadu dengan konsep sosiopreneur dan ditunjang dengan kemajuan teknologi digitalisasi jaman sekarang.
Dan yang terakhir pembicara ialah Louise, seorang founder dan roaster di Monomania Coffee Roastery Serpong Tangerang yang membawakan diskusi dari perspektif seorang roaster yang mempunyai filosofi roasting kopi yakni good coffee come from good beans and good processing.
Kesimpulan dari diskusi sore itu ialah untuk memenuhi permintaan kopi di Indonesia sendiri, para pegiat dan pengusaha kopi Indonesia harus terus melakukan inovasi dan pengembangan kreativitas untuk menyesuaikan pergerakan permintaan pasar. Hal itu disebabkan kompetisi tidak hanya datang dari produk pengusaha sejenis, tetapi juga dari produk kopi yang lain, termasuk produk kopi-kopi dari luar negeri.
Untuk melakukan itu sangat tidak dianjurkan untuk melakukan penelitian dan pengamatan sendiri saja, tetapi lebih didorong untuk bisa lebih terbuka diskusi dan menerima masukan dari berbagai kalangan mulai dari konsumen itu sendiri maupun sampai teman-teman seprofesi.
Itulah sebabnya penting pengusaha kopi hulu sampai hilir bisa turut serta dalam berbagai asosiasi, organisasi, atau perkumpulan kopi apapun itu termasuk Kokopi sebagai satu alternatif di antaranya. Karena, sekarang ini eranya ialah bersinergi serta bertemu di tengah dan kolaborasi.
Kekayaan kopi Nusantara masih sangat jauh bisa lebih dieksplorasi ketimbang sekadar perang tarif. Mulai dari kekayaan rasa, aroma, sejarah, sampai cara seduh. Termasuk wisatakKopi juga merupakan salah satu instrumen bisnis kopi yang masih sangat bisa dimaksimalkan.
Untuk menambah hangatnya diskusi dan pengetahuan anggota yang hadir kurang lebih 80-an orang dari berbagai penjuru Jakarta, Kokopi juga menghadirkan beberapa pembicara sebagai pelengkap pengusaha dan pegiat kopi.
Ada dari Erbe sebagai sebuah perusahaan asuransi berbasis aplikasi untuk mengamankan pengusaha dari resiko kebakaran kedai, kerusakan alat, ataupun kerugian yang lain. Ada juga Hellobill sebagai platform point of sales kasir berbasis aplikasi yang menunjang transaksi dan memonitor stok di kedai bisa jauh lebih mudah.
Bukalapak sebagai platform market place untuk pegiat dan pengusaha Kopi Indonesia melapak secara online, bertemu langsung dengan konsumen dari seluruh penjuru dunia. Dengan Bukalapak Kokopi akan melakukan Sinergi O2O atau offline dan online, karena menurut tim Kokopi, penjualan kopi tidak bisa hanya online saja, karena kopi butuh dirasa dan dibau.
Selain Bukalapak, terdapat juga perusahaan pembiayaan jaman sekarang atau yang sering disebut financial technology (fintech) baik yang bersistem syariah yakni Syarfi.id maupun konvensional yakni Kredito. Dengan kedua perusahaan fintech ini anggota Kokopi diperkaya dan diberi masukan bagaimana bisa memperbesar volume usahanya dengan fasilitas pinjaman berbasis aplikasi.
Proses pengajuan persetujuan dan pencairan semua dilakukan dengan digital. Termasuk juga pentingnya go digital untuk kemajuan usaha kopi presentasi dari perusahaan Mlidjo dan Sibisnis. Semua dihadirkan Kokopi untuk mendukung anggotanya bisa lebih diperkaya dan dimampukan mengelola bisnisnya agar bisa lebih meningkat keuntungannya serta berkelanjutan.
Pada kesempatan ini, Kokopi juga bersama Sekolah Kopi (Sekopi) sebuah kedai di bilangan Tangerang Selatan bersama-sama menyosialisasikan program Kopi Kapsul. Kopi Kapsul dari Sekopi adalah salah satu kreativitas baru mengelola kopi dari desa penghasil kopi dengan diwujudkan dalam bentuk kapsul.
Di pengujung acara, Kokopi melakukan penggalangan dana dari seluruh anggota yang hadir untuk memberikan bingkisan Lebaran. Program ini diperuntukkan bagi anggota Kokopi petani kopi di lereng Gunung Slamet Purwokerto dan di lereng Gunung Merapi Magelang. Acara ini akhirnya ditutup dengan menyampaikan informasi terakhir perkembangan program Kokopi kepada anggotanya. (RO/OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved