Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MANTAN Ketua Dewan Pers Bagir Manan meminta semua pihak agar tidak menanggapi negatif adanya paham radikalisme di lingkungan kampus. Menurutnya, radikalisme tidak seutuhnya terkait dengan aksi terorisme.
"Iya, kita harus bisa membedakan. Mana radikalisme yang terkait dengan terorisme dan mana yang tidak terkait terorisme," terang Bagir saat menjadi pemateri dalam diskusi yang bertajuk UU Terorisme, Demokrasi, dan Kebebasan Pers di lantai IV Gedung Dewan Pers Jakarta, Kamis (7/6).
Dia menyebutkan, semua kelompok pasti memiliki paham radikalisme. Misalnya, lanjut mantan Ketua Mahkamah Agung (MA) itu, suatu kelompok atau individu memiliki paham radikalisme yang kuat untuk mempertahankan kewenangan atau argumennya.
"Contohnya waktu Pak Ifdhal Kasim menjabat sebagai Ketua Komnas HAM, beliau begitu radikal menegakkan HAM. Nah, itu juga bisa dikategorikan radikalisme. Tapi bukan terorisme," tegas Bagir.
Oleh karena itu, tokoh pers Indonesia tersebut meminta kepada semua pihak tidak menyala artikan pemahaman tentang radikalisme.
Terlebih tambahnya, mengcap kampus atau universitas yang ada sebagai sarang tempatnya orang-orang yang memiliki paham radikalisme terorisme.
"Sekali lagi tolong bedakan. Kampus itu bukan sarang terorisme. Kampus itu tempat anak-anak kita menimba ilmu. Radikal itu wajar namun tidak ada kaitannya dengan terorisme," tandas Bagir. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved