Kurikulum 4.0 Harus Berjalan

(Ant/H-1)
05/6/2018 23:20
Kurikulum 4.0 Harus Berjalan
(Antara)

MENTERI Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristek-Dikti) Mohamad Nasir menargetkan setelah 2019 seluruh perguruan tinggi harus mulai menjalankan kurikulum 4.0.

“Target saya, dalam masa dua tahun ini dilakukan penyesuaian terhadap pemahaman kurikulum 4.0. Setelah tahun 2019, harus sudah ada leading perguruan tinggi menuju ke sana,” kata Nasir seusai menjadi pembicara kunci Lokakarya Pertama Re-orientasi Kurikulum IPB 4.0 di Kampus IPB Dermaga, Bogor, Jawa Barat, Senin (4/6).

Menurutnya, kurikulum 4.0 di perguruan tinggi perlu penyesuaian yang dicobakan untuk menghadapi revolusi industri 4.0 dan menghadapi era disrupsi teknologi saat ini. Oleh karena itu, para pemimpin perguruan tinggi harus mengetahui perubahan-perubahan kebijakan terkait kebijakan era disrupsi teknologi.

Kebijakan tersebut, ujar Nasir, telah disampaikan kepada seluruh rektor yang diundang ke Jakarta. Namun, hal tersebut juga perlu dipahami pimpinan di bawah rektor. Belum semua mengetahui tentang hal tersebut sehingga perlu penyeragaman informasi atas perubahan yang terjadi.      

Menurutnya, ada dua upaya yang perlu dilakukan dalam menghadapi revolusi industri 4.0. Nasir mengatakan ada dua upaya yang perlu dilakukan dalam menghadapi revolusi industri 4.0. Pertama, memperbarui sistem pembelajaran. Era saat ini sudah diwarnai digital sehingga sistem perkuliahan konvensional akan ditinggalkan mahasiswa.

Ia mencontohkan banyak dosen mengajar dengan bercerita terlalu panjang, tetapi ternyata mahasiswa sudah lebih tahu apa yang disampaikan dosen. “Maka kita harus memberikan ruang. Sistem pembelajaran harus diperbaiki,” katanya.      

Langkah kedua ialah cakup­an di dalam perkuliahan selama ini hanya dihadapi face to face (tatap muka). Selama ini itu membatasi. Dengan cara ini, jumlah mahasiswa yang mengikuti perkuliahan hanya sedikit. Menurut Menristek-Dikti, online study berbasis di­gital bisa menjangkau seluruh wilayah Indonesia. (Ant/H-1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya