Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEPASANG wisatawan mancanegara terlihat menyunggingkan senyum saat menyaksikan dua orang utan yang tengah memadu kasih. Mereka sesekali memainkan kamera digitalnya untuk merekam tingkah hewan yang konon memiliki kecerdasan mirip manusia itu. Suasana tampak sangat hening sore itu.
“Di sini kita dilarang untuk bersuara keras atau berteriak karena akan membuat orang utan terusik,” ujar seorang penjaga Taman Nasional Tanjung Puting mengingatkan.
Sore itu tampak sekitar 30 wisatawan yang mayoritas dari mancanegara tengah menyaksikan primata itu sedang bersenda gurau. Untuk melihat habibat orang utan yang berlokasi di Camp Lakey, Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, dibutuhkan waktu sekitar 4 jam dengan cara menyusuri Sungai Sekonyer dari Pelabuhan Kumai, Pangkalan Bun.
Selama perjalanan dengan kapal pesiar berkapasitas sekitar 15 orang-30 orang, wisatawan akan disuguhi pemandangan berupa hutan lebat pepohonan di bagian kiri dan kanan Sungai Sekonyer. Selain itu, air hitam merupakan spot yang selalu ditunggu wisatawan untuk berfoto ria. Setibanya di pelabuhan Camp Lakey wisatawan masih harus berjalan kaki menyusuri jalan setapak yang selama 30 menit. Perjalanan itu terasa mengasyikkan.
Tiba di lokasi orang utan, ternyata lebih menyerupai panggung. Panggung itu terbuat dari puluhan batang kayu dengan latar belakang pepohonan tinggi. Di sana, wisatawan akan selalu dilakukan diingatkan agar tidak ribut dan berbicara hanya seperlunya. Ini karena orang utan merupakan binatang yang sensitif terhadap suara yang tidak dikenalnya, termasuk manusia.
Tak menunggu lama, sejumlah orang utan tampak turun dari atas pohon dan bermain-main sembari makan pisang yang sudah disiapkan pengasuhnya.
Ada yang berlarian sambil naik ke pohon dan ada pula yang nampak tengah berasyik dengan pasangannya.
Wuryanto, wisatawan yang berasal dari Palangka Raya mengaku selama dua tahun bekerja di Kalimantan Tengah baru kali ini berkesempatan untuk datang ke Taman Nasional Tanjung Puting ini. “Saya berjanji akan membawa rekan-rekan kantor untuk ke sini melihat kekayaan tanah Borneo,” ujarnya. (Surya Sriyanti/H-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved