Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
TUNTUTAN untuk mengangkat tenaga honorer kategori 2 atau K2 secara total dianggap akan memberatkan pengeluaran negara dan daerah. Tenaga PNS yang ada saat ini sudah terlalu dipenuhi oleh tenaga non teknis atau adminsitrasi hingga mencapai 37,7% dari total PNS di Indonesia. Sementara dari total tenaga honorer K2 yang ada saat ini juga dipenuhi oleh bidang non teknis atau adninistrasi.
"Sementara negara sangat membutuhkan tenaga teknis saat ini," ujar Deputi Bidang SDM Aparatur, Kementerian PAN-RB Setiawan Wangsaatmaja, dalam rapat gabungan DPR di gedung DPR, Jakarta, Senin (4/6).
Setiawan mengatakan, selama ini tenaga PNS yang diterima banyak hanya berkutat di bidang administrasi. Saat ini kalaupun akan ada pengangkatan PNS, pemerintah akan fokus untuk mengangkat tenaga teknis seperti guru, dosen, dan tenaga kesehatan.
"Kami ingin agar sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan negara dan daerah," ujar Setiawan.
Selain itu, berdasarkan aturan yang ada saat ini, sudah tidak dimungkinkan lagi dilakukan pengangkatan kecuali melalui tes penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Mereka yang memiliki kriteria sesuai dengan persyaratan calon PNS yanh akan dapat terterima.
Dikatakan Setiawan, saat ini jumlah PNS di Indonesia sebanyak 4.351.490 orang. Dari total tersebut, 37,7% merupakan tenaga administrasi atau pelaksana dan 37,6% guru. Sementara sisanya sebanyak 9,9% bidang struktural, 8,57% tenaga teknis, dan hanya 6,07% merupakan tenaga kesehatan.
Sementara itu, saat ini terdapat 438.590 tenaga honorer K2. Sebanyak 269.400 di antaranya merupakan tenaga pelaksana atau administrasi, 157.210 orang guru, 6.091 tenaga kesehatan, 5.803 penyuluh, dan 86 orang dosen.
"Sudah telalu banyak tenaga administrasi, bahkan di Kementerian teknis saja seperti Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pegawai PNS non teknisnya mencapai 60%. Di pemerintah daerah juga, di Kutai Kertanegara bidang administrasi mencapai 84%, Bandung mencapai 81%," ujar Setiawan.
Ke depan penerimaan PNS dari tenaga honorer K2 akan difokuskan pada guru, dosen, dan tenaga kesehatan yang secara total berjumlah 163.381 orang. Namun, berdasarkan identifikasi yang dilakukan oleh Kemenpan RB, dari jumlah tersebut yang sesuai kualifikasi untuk menjadi PNS hanya sebanyak 13.347 orang.
"Sisanya ada yang tidak sesuai persyaratan kalaupun ikut tes CPNS. Seperti usia dan pendidikan," ujar Setiawan.
Dikatakan Setiawan, saat ini pemerintah ingin fokus untuk meningkatkan kemampuan dan kapasitas kerja PNS. Begitu juga dengan yang akan diterima dalam tes CPNS, ke depan akan diprioritaskan yang memiliki keahlian teknis juga beberapa keunggulan seperti bahas asing, IT, dan relasi kuat di dalam atau luar negeri. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved