Maarif Institute: Tangkal Radikalisme Perkuat Ketahanan Sekolah

Syarief Oebaidillah
03/6/2018 17:17
Maarif Institute: Tangkal Radikalisme Perkuat Ketahanan Sekolah
(MI/RAMDANI)

KEGIATAN yang digelar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) guna membentengi komunitas pendidikan dari penetrasi faham radikal dan intoleransi diantaranya dapat dilakukan dengan memperkuat ketahanan sekolah.

"Sarasehan yang digelar ini mendorong pihak kementerian dan sekolah untuk memperkuat ketahanan sekolah dan warga sekolah dari paparan penetrasi radikalisme, salah satunya dengan membuat sistem deteksi dini dan sistem pengawasan yg lebih kuat dalam mencegah radikalisme," kata Direktur Maarif Institute Abdullah Darraz saat dihubungi Media Indonesia.

Minggu sore (3/6), terkait Sarasehan Penguatan Pendidikan Karakter Menangkal Radikalisme telah digelar Direktorat Pembinaan SMA Kemendikbud di Jakarta pekan lalu. Acara yang dibuka Mendikbud Muhadjir Effendy tersebut di ikuti para kepala sekolah, guru, pembina OSIS, pembina Rohani Islam dan lain lain.

Menurut Darraz langkah yang dilakukan dengan penguatan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan harus terus diupayakan terutama dengan memperkuat peran kepala sekolah, guru, mentor kegiatan ekstrakurikuler, dan para siswa itu sendiri.

Menurut Darraz pihaknya sangat sepakat salah satu upaya mencegah radikalisme adalah dengan memperkuat dan memvitalisasi program pendidikan karakter yang sebetulnya program ini sudah digulirkan sejak tahun 2011. Namun demikian, lanjut dia, kita perlu menyusun kegiatan dalam program ini secara lebih efektif dengan ukuran-ukuran evaluasi yg lebih jelas sehingga upaya pencegahan radikalisme di kalangan pelajar atau generasi muda dapat dievaluasi secara lebih terukur.

Hemat dia, dalam merespon persoalan radikalisme, hendaknya tidak memakai pendekatan reaktif yang dampak perubahannya tidak bisa dirasakan secara berkepanjangan. "Perlu disusun strategi yang lebih sistematis dan terukur untuk mengobati dan mencegah fenomena radikalisme ini, " tegasnya.

Ketua Pelaksana Sarasehan, Suharlan mengemukakan tahun ini Direktorat Pembinaan SMA Kemendikbud menggandeng tiga 3 mitra strategis dari kalangan masyarakat sipil yakni MAARIF Institute, AIDA, dan Wahid Foundation untuk membuat program Penguatan Pendidikan Karakter dalam rangka "Menyiapkan pelajar yang tangguh dan cinta damai" sebagai program piloting atau percontohan. Yakni di Kota Bima, Kabupaten Bima dan Dompu Nusa Tenggara Barat (NTB); Poso dan Palu, di Sulawesi Tengah. " Program ini tetap bersinergi dengan stakeholder terutama bupati atau walikota.Karena pendidikan meruakan tanggung jawab bersama komponen anak bangsa, " ujar Suharlan

Dalam penguatan pendidikan karakter, lanjut dia, para kepala sekolah dan guru diminta menanamkan nilai keagamaan yang toleran dan moderat.

"Ya ini amat penting agar di sekolah tercipta cinta damai, saling menghargai, menghormati sesama umat beragama.Kembangkan sikap, kerjasama, dan toleran sesama anak bangsa, "tegas Suharlan yang juga Kasubdit Peserta Didik Pembinaan SMA Kemendikbud. Para guru juga diberikan edukasi untuk memantau media digital yang digunakan siswa agar tidak terjebak pada hoax, ujaran kebencian serta tersusupi faham radikal. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya