Pemerintah Perlu Libatkan Tokoh Muda untuk Sosialisasikan Pancasila

Putri Anisa Yuliani
02/6/2018 19:55
Pemerintah Perlu Libatkan Tokoh Muda untuk Sosialisasikan Pancasila
(Ist)

PEMERINTAH perlu menggandeng tokoh muda serta sosok berpengaruh guna menyosialisasikan Pancasila dan kebinekaan. Pasalnya, tokoh muda yang sedang berkembang dan dikenal luas diyakini mampu meningkatkan keterangan generasi milenial terhadap Pancasila.

"Kenapa pemerintah tidak menggaet tokoh muda dan influencer

seperti vlogger, blogger, selebgram menyosialisasikan nilai-nilai Pancasila dan kebinekaan? Karena mereka ini saya yakin lebih mampu menarik minat generasi milenial," kata pegiat seni, Renny Fernandez, dalam diskusi 'Ngobrolin Indonesia' di Ruang Graha Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Sabtu (2/6).

Menurutnya, generasi milenial yang lekat dengan media sosial tidak mudah didekati dengan cara lama melalui bentuk diskusi semata. Untuk itu, perlu gaya pendekatan baru untuk merangkul mereka.

Tak hanya melalui media sosial, Renny mengungkapkan generasi milenial umumnya sangat tertarik pada film, musik, dan olahraga. Sehingga, pemerintah dan pemangku kebijakan bisa menyosialisasikan Pancasila melalui media tersebut.

"Gaetlah sineas muda agar mau membuat film-film lebih banyak tentang Pancasila dan kebinekaan," paparnya.

Sementara itu, Deputi Kepala Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) Bidang Pengendalian dan Evaluasi, Sonny Y Suharso, mengatakan, hingga saat ini diakuinya ada penurunan dari segi penerapan etika anak muda terhadap yang tua.

Menurutnya hal ini disebabkan semakin jarangnya Pancasila dan pendidikan moral diberikan.

"Orangtua lebih mencari ekonomi. Ketika di rumah sudah lelah dan jarang memberikan pendidikan kepada anaknya," kata Suharso.

Untuk itu, ia pun mengatakan perlunya mengembalikan mata pelajaran khusus Pancasila kepada kurikulum sekolah. Selain itu, para orang tua perlu aktif memberikan contoh kepada yang muda dalam menerapkan disiplin Pancasila dan moral etika yang ada di dalamnya.

"Orang tua juga perlu beri contoh. Jangan anggap ini (Pancasila) hegemoni negara. Cuma negara yang punya," kata Suharso.

Ia pun mengapresiasi kegiatan diskusi Ngobrolin Indonesia bertemakan Pancasila dan kebinekaan. Menurutnya, komunitas ini kembali mengajak lintas generasi untuk memahami Pancasila dan kebinekaan serta turut menyebarluaskannya.

"Sangat baik acara seperti ini. Ini semakin menguatkan bahwa Pancasila itu bukan hegemoni negara tetapi milik Kita smeu. Pancasila milik kita, dari kita, dan untuk kita," tandasnya. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya