Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyatakan pihaknya telah memblokir lebih dari 4 ribu konten bermuatan radikalisme dan terorisme.
Hal itu menyusul maraknya konten radikalisme setelah terjadinya serangan teror di Surabaya, Jawa Timur, 13 Mei 2018 lalu.
"Hingga 30 Mei kemarin ada 4.078 konten yang diblokir baik itu website maupun akun media sosial. Selain itu ada 20 ribu konten yang sedang diverifikasi," kata Rudiantara ditemui di Gedung Kemenkominfo, Jakarta, Kamis (31/5).
Menurut dia, sebagian besar konten radikalisme dan terorisme yang ditutup terdaat pada platform media sosial Facebook dan Instagram. Dia memaparkan, saat ini penyebaran konten tersebut sudah mulai menurun.
"Puncaknya terjadi pada 21 Mei tapi setelah itu menurun. Bahkan kemarin yang di-take down hanya 40 konten," imbuh dia.
Sejak terjadinya aksi peledakan gereja di Surabaya dan sejumlah aksi penyerangan lainnya di sejumlah daerah pada pertengahan Mei lalu, pemerintah sudah menutup hampir ribuan konten di internet yang bermuatan radikalisme dan terorisme.
Pemblokiran termasuk akses terhadap buletin Al Fatihin terbitan Islamic State (IS) yang diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, baik dalam bentuk file video sharing, file sharing, dan website.
"Di dunia maya seperti buletin Al Fatihin ada 70-an hingga 80-an versi yang beredar. Kita blokir semuanya," ujar Rudiantara.
Dia memastikan pihaknya bakal terus berupaya mengamankan dunia maya dari konten-konten radikalisme dan terorisme.
"Meski secara umum peredarannya di dunia maya saat ini menurun, tetapi kita masih terus menyisirnya," pungkas dia. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved