Membaca Maudy

(AT/M-4)
26/5/2018 04:40
Membaca Maudy
(Dok MI)

THIS book is compilation of my experiences, thoughts, and conversations with myself on love, dreams, and life (halaman xvii).

Sepenggal kalimat pada bagian sampul belakang buku Dear Tomorrow bisa menggambarkan tentang isi buku pertama karya Maudy Ayunda. Membaca buku tersebut laiknya membaca buku catatan harian (diary). Yang membedakannya, catatan harian ini ditulis oleh seorang selebriti yang memiliki banyak prestasi, baik di dunia musik, film, hingga akademik. Ada tiga hal yang tengah menjadi ketertarikan Maudy dan ingin dibagi dalam buku ini, yaitu tentang pendidikan (education), pemberdayaan perempuan (female empowerment), dan isu-isu kepemudaan (youth issues). Ketiga hal tersebut dibedah dalam empat bagian, yaitu notes on being yourself, notes on dreams, notes on love, dan notes on mindset.

Sebagai sosok yang memiliki banyak bakat, Maudy mengaku juga pernah mengalami kegalauan. Beberapa tahun yang lalu, dari sekian banyak pilihan, ia tidak dapat memutuskan jalan hidup yang ada di dirinya.

Lulusan jurusan Politik, Filsafat, dan Ekonomi, Universitas Oxford juga banyak menyelipkan kata-kata inspirasi, baik dari pengalamannya sendiri ataupun para tokoh, dari Roy T Bennett, Henry David Thoreau, hingga Paulo Coelho.

Walau berisi lebih dari 170 halaman, buku ini tidak penuh dengan tulisan, tetapi banyak ruang-ruang kosong (blank space) dan foto-foto Maudy.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya