Airnav Bandara Kertajati Layani Lima Kloter Haji

Antara
23/5/2018 10:48
Airnav Bandara Kertajati Layani Lima Kloter Haji
(ANTARA/M Agung Rajasa)

PERUM Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau Airnav Indonesia akan melayani lima kelompok terbang (kloter) jamaah calon haji dari Bandara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat.

"Untuk penerbangan haji sudah dipastikan lima kloter dari Kertajati dengan maskapai Garuda Indonesia untuk embarkasi Arab Saudi," kata Direktur Utama Airnav Novie Riyanto di Jakarta, Rabu.

Novie Riyanto mengatakan menara dan pengendali lalu lintas udara (air traffic controller) di Bandara Kertajati sudah siap. "Khususnya navigasi Kertajati, kami siap 'tower', alat komunikasi pendaratan siap, juga personelnya kami siap," katanya.

Terkait status operasi sementara Bandara Kertajati yang hanya dijadikan bandara pengumpan (feeder) ke Bandara Soekarno-Hatta dan belum bisa melayani langsung ke Arab Saudi, Novie masih menunggu informasi tersebut, tetapi pihaknya siap untuk setiap penugasan pelayanan navigasi udara.

"Apa pun penerbangannya kami siap, slot nanti menyesuaikan," katanya.

Terkait pejabat dan tamu VIP yang hadir pada pengoperasian perdana Bandara Kertajati, Novie mengaku belum menerima "flight approval".

"Untuk VIP yang hadir sejauh ini kami belum menerima adanya permintaan 'flight approval' Penerbangan ke Kertajati," katanya.

Ditemui terpisah, Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala N Mansury sebelumnya memastikan penerbangan haji dari Bandara Kertajati tahun ini.

Namun, lanjut Pahala, pihaknya masih menunggu konfirmasi dari Kementerian Agama sebagai pihak penyelenggara haji.

"Kita menunggu bagaimana Kemenag, tapi kemungkinan besar akan terjadi dari sisi operasional," katanya.

Presiden Joko Widodo memastikan bahwa Bandara Kertajati bisa digunakan untuk operasional penerbangan haji tahun ini.

Bahkan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berharap bandara yang mampu menampung 5,6 juta penumpang itu bisa melayani penerbangan mudik ke lima kota besar di tahun ini juga.

Namun, berdasarkan rapat dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsa Panjaitan, Budi mengatakan bahwa bandara yang berdiri di atas lahan 1.800 hektare itu baru bisa melayani embarkasi antara, artinya harus transit terlebih dahulu di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya