Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PERUSAHAAN consumer healthcare modern di Indonesia, Combiphar, melalui produk unggulannya Mebo, salep luka bakar pilihan tepercaya dokter Indonesia bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Plastik Indonesia (Perapi) Sabtu (12/5) melaksanakan seminar sekaligus workshop penanganan luka bakar yang diikuti lebih dari 200 orang dokter dan perawat di wilayah Manado, Sulawesi Utara.
VP Consumer Healthcare-Wellness and International Operations Combiphar, Weitarsa Hendarto, menyatakan, kerja sama strategis ini merupakan cara efektif untuk memperluas pemahaman tentang penanganan luka bakar dan pemilihan obat yang tepat.
"Kami sangat bersyukur kegiatan ini dapat dilaksanakan dengan baik. Ini adalah wujud nyata kami dalam championing a healthy tomorrow dengan memberikan edukasi dan memperluas jangkauan informasi terutama bagi para tenaga medis sebagai garda terdepan healthcare profesional dalam memberikan penanganan yang tepat terhadap pasien darurat luka bakar. Kami yakin informasi ini juga akan memberikan manfaat bagi masyarakat luas khususnya di wilayah Manado," kata Weitarsa melalui keterangan tertulis, Selasa (15/5).
Menurut dia, kegiatan ini merupakan inisiatif kedua belah pihak untuk mengedukasi frontliner praktisi pelayanan kesehatan melalui materi dan informasi yang tepat, khususnya dalam menangani pasien luka bakar baik ringan maupun berat. Sebelumnya, acara serupa sudah dilaksanakan di Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada 28 April 2018 dengan total peserta 86 orang.
Weitarsa menambahkan, kebutuhan dokter yang memiliki keahlian dalam penanganan luka bakar sangat diperlukan. Pengetahuan mengenai cara perawatan luka bakar yang tepat dan benar pun menjadi sangat penting dalam membantu penyembuhan luka yang optimal dan meningkatkan kualitas hidup pasien selanjutnya.
Oleh karena itu, tidak hanya tenaga medis profesional yang diperlukan, tetapi keberadaan produk farmasi yang andal juga memainkan peranan penting.
Senior GM Marketing Women’s Health and Active Day Care Combiphar, Ni Ketut Sukartiwi, menjelaskan bahwa kasus luka bakar banyak terjadi pada anak di bawah 5 tahun dan rata-rata terjadi di rumah tangga.
Data Riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan yang dirilis pada 2013 mencatat, luka bakar menempati urutan keenam penyebab cedera tidak disengaja (unintentional injury) setelah jatuh, sepeda motor, benda tajam/tumpul, transportasi darat lain, dan kejatuhan dengan tingkat prevalensi 0,7% dari jumlah penduduk Indonesia.
Badan Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, luka bakar menyebabkan sekitar 195.000 jiwa meninggal di Indonesia setiap tahun. Riset Kementerian Kesehatan tersebut juga menekankan anak-anak usia 1-4 tahun menjadi kelompok umur yang paling rentan terkena luka bakar dengan tingkat prevalensi sampai 1,5%.
Fakta ini diperkuat dari data riset epidemiologi sejumlah dokter di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta pada 2013-2015 yang mana sebanyak 108 pasien (82,3%) luka bakar adalah kelompok anak-anak (pediatric group) yang berusia 1-4 tahun.
Sukartiwi mengatakan, berangkat dari kondisi tersebut Combiphar melalui produk Mebo yang telah dipercaya oleh dokter di Indonesia sejak 2006 untuk penanganan luka bakar mempunyai misi untuk mengedukasi masyarakat khususnya para ibu, guna meningkatkan kesadaran dan pengetahuan mereka mengenai pertolongan pertama luka bakar di rumah.
"Lebih dari itu, kami ingin mendorong keluarga Indonesia untuk selalu sedia produk obat luka bakar satu di antaranya adalah Mebo sebagai P3K di rumah. Saat ini, Mebo telah menjadi pilihan utama dokter untuk penanganan luka bakar di RS. Luka bakar dapat terjadi kapan saja, di mana saja, dan kepada siapa saja. Bukan hanya akibat api, luka bakar juga sering ditimbulkan dari minyak panas, air panas, maupun benda panas lain yang berbahaya," kata Sukartiwi.
Sekjen PP Perapi, dr Donna Savitry SpBP-RE, menyatakan, sinergi berupa edukasi tentang luka bakar dan luka lainnya untuk para dokter umum di Indonesia, antara Perapi dan Mebo dari Combiphar (yang memasarkan salep luka bakar Mebo) diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan sehingga semakin banyak tenaga medis yang dapat mengaplikasikan ilmunya secara langsung dengan penanganan yang cepat dan tepat untuk luka bakar dan luka lainnya dapat dilakukan dengan optimal.
"Kasus luka bakar menjadi wewenang dan kompetensi dokter bedah plastik. Namun hal ini belum sejalan dengan kondisi di lapangan dimana keberadaan dokter bedah plastik dan luka bakar terutama di daerah perifer (terpencil) Indonesia masih sangat minim. Umumnya di daerah perifer kasus luka bakar akan ditangani oleh dokter umum terlebih dahulu untuk kemudian dirujuk ke rumah sakit yang memiliki unit luka bakar atau kota yang memiliki dokter bedah plastik," ujar dr Donna.
Senada dengan Perapi, dr Mendy H Oley SpBP-RE dari Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado, mengatakan, dengan makin banyaknya tenaga medis yang memahami penanganan terintegrasi terhadap luka termasuk luka bakar baik ringan hingga tingkat yang lebih serius akan meminimalisasi terjadinya risiko tinggi yakni cacat dan kematian.
"Karenanya, hal ini perlu didukung dengan pemilihan produk perawatan luka yang tepat, dimana yang terpenting adalah terciptanya kondisi moist (lembab) pada area luka untuk menunjang penyembuhan luka yang lebih baik," kata dr Mendy.
Sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap pelayanan kesehatan masyarakat, Combiphar mendonasikan 100 tube Mebo yang akan diberikan kepada RS Kandou Manado yang diterima secara simbolis oleh dr Jan Ngantung SpBP-RE.
"Kami berharap obat ini dapat digunakan dengan baik untuk penanganan pasien di wilayah Manado dan masyarakat dapat merasakan manfaat dari Mebo," tutup Sukartiwi. (RO/OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved