Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Giwo Rubianto Wiyogo mengatakan ketahanan keluarga merupakan benteng utama dari upaya penyebaran radikalisme.
"Tidak adanya kekuatan terhadap ketahanan keluarga, sehingga anggota keluarga yang lain dengan mudah terpengaruh paham radikal begitu ada salah satu keluarga terpengaruh," ujar Giwo di Jakarta, Senin (14/5).
Anggota keluarga yang terpengaruh paham itu kemudian menyebarkan paham tersebut kepada anggota keluarga yang lain. Menurut dia, keluarga harus mempunyai daya tahan dari kesesatan.
Dengan demikian, harus ada pembinaan keluarga dan pihak pemerintah juga harus selalu melakukan pengawasan pendampingan sampai tingkat rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW) serta bukan hanya untuk sosialisasi politik saja.
"Jangan sampai ada celah, kita kecolongan di dalam tahun-tahun politik ini yang dimanfaatkan oleh terorisme," katanya.
Menurut dia, keluarga perlu menanamkan sejak kecil dari pangkuan hingga dewasa, nilai-nilai kehidupan yang beragama, bermoral, penuh kasih sayang
antaranggota keluarga masyarakat, belajar mencintai sesama, lingkungan hidup, dan terus dipupuk sampai dewasa.
"Jadi kalau mereka berkeluarga pun memiliki hal yang sama. Jadi sejak kecil sudah memiliki benteng pertahanan dari luar dan tentunya harus mandiri
dari sisi ekonomi juga," ujarnya.
Menurut Giwo, pihak kepolisian perlu mendalami secara utuh mengapa satu keluarga bisa menjadi pelaku pengeboman di sejumlah rumah ibadah di
Surabaya, Jawa Timur.
"Namun yang pasti, proses indoktrinasi melalui pengasuhan itu sangat efektif. Sehingga anak rela sebagai pelaku," kata mantan Ketua Komisi
Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) itu.
Pembinaan keluarga agar tak terindoktrinasi paham radikal mesti melalui berbagai cara, seperti melalui dakwah keagamaan dengan penceramah terpilih,
melalui buku bacaan yang terpilih, serta melalui pengajuan deradikalisasi.
Diberitakan ada tiga gereja yang terkena ledakan bom yang terjadi pada Minggu (13/5) pagi yakni Gereja Santa Maria Tak Bercela (SMTB) di Jalan Ngagel,
GKI Jalan Diponegoro dan GPPS Jalan Arjuna, semuanya di Surabaya. Aksi teror peledakan bom tersebut menewaskan belasan orang dan puluhan
terluka. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved