Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BAGI sebagian masyarakat Indonesia, menjadi donor untuk transplantasi organ tubuh masih menjadi hal yang mengerikan. Padahal, transplantasi yang dilakukan dengan benar akan sangat bermanfaat bagi pasien dan tidak akan membahayakan bagi si donor.
Salah satu transplantasi yang sudah banyak dilakukan di dunia ialah transplantasi hati pada pasien gagal hati akibat sirosis, kanker hati, dan pasien anak yang mengalami kelainan terkait dengan organ hati seperti atresia bilier.
“Ini salah satu transplantasi dengan jumlah terbanyak di dunia. Di beberapa negara jumlah antrean yang menunggu donor tinggi, termasuk Indonesia,” ujar dokter spesialis bedah digestif dari Departemen Medik Ilmu Bedah, RS Cipto Mangunkusumo, Toar Lalisang, di Jakarta, kemarin.
Ia mengimbau, masyarakat tidak perlu ragu untuk menjadi donor hati. Secara alamiah hati merupakan organ yang dapat bertumbuh setelah diambil sebagian untuk ditransplantasi. “Tidak perlu khawatir, dalam sekitar 3 bulan akan kembali utuh hatinya. Itu yang harus diketahui agar tidak lagi enggan dan ragu untuk mendonor.”
Toar menegaskan, transplantasi hati dapat menghadirkan peluang hidup yang tinggi bagi pasien sirosis dan kanker hati, juga bagi anak-anak yang menderita masalah pada hati sedari kandungan maupun sesudah lahir.
“Semua bisa jadi donor asal sehat. Mulai usia 18 tahun sampai 60 tahun,” imbuh Toar.
Keberhasilan tinggi
Toar menjelaskan, transplantasi hati dapat dilakukan di Indonesia. Angka keberhasilannya tergolong tinggi. Di RS Cipto Mangunkusumo, transplantasi telah mulai dilakukan sejak 2010 dengan total pasien 47 orang.
“Dari 47 pasien itu, 6 pasien dewasa dan 41 pasien anak,” katanya.
Menurut dia, minimnya pasien dewasa yang menjalani transplantasi bukan disebabkan angka keberhasilan rendah atau risikonya tinggi, melainkan umumnya lebih sulit mendapatkan donor untuk orang dewasa daripada untuk anak-anak.
Lebih lanjut Toar menerangkan, donor hati bisa dilakukan keluarga atau orang yang memiliki hubungan darah. Selain untuk mendapatkan kecocokan yang lebih maksimal, hal itu juga dilakukan untuk mencegah potensi jual beli organ tubuh.
Meski begitu, di beberapa negara transplantasi dari pendonor yang tidak memiliki hubungan keluarga tetap dapat dilakukan. Namun, prosedur itu dilakukan dengan pemeriksaan intensif dan mendetail terkait dengan potensi kecocokan antara pasien dan donor. (Pro/H-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved