Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH peneliti Amerika Serikat menyimpulkan bahwa individu yang rentan terhadap delusi dan dogma, serta para fundamentalis agama lebih mudah percaya pada berita bohong atau hoaks.
Penelitian tersebut dipresentasikan pada Konferensi Penelitian Internasional Schizophrenia baru-baru ini disusun oleh peneliti dari Universitas Yale, yakni Michael Bronstein, Gordon Pennycook, Adam Bear, Tyrone Cannon, dan David Rand.
“Penelitian-penelitian ini menunjukkan bahwa individu-individu yang rentan terhadap delusi dan dogmatis, serta fundamentalis agama, lebih mudah untuk percaya berita palsu, karena mereka tidak terbiasa melakukan pemikiran analitik dan aktif berpikiran terbuka," tulis makalah tersebut seperti dikutip niemanlab.org.
Para peneliti menggunakan Mechanical Turk untuk mempelajari dua kelompok masing-masing 500 orang. Mereka diminta untuk menilai keakuratan dari 12 judul berita palsu serta satu set berita utama yang berisi fakta.
Selain itu juga diuji pada empat langkah lain: versi singkat dari skala pemikiran aktif yang terbuka, ukuran dogmatisme (“Hal-hal yang saya percaya benar-benar benar, saya tidak pernah meragukan mereka ”, suatu ukuran fundamentalisme agama (“Penyebab dasar kejahatan di dunia ini adalah Setan, yang masih terus menerus dan berperang dengan ganas terhadap Tuhan ”), dan Peters dkk. Delusion Inventory (pertanyaan-pertanyaan seperti "Apakah Anda pernah merasa seolah-olah ada konspirasi melawan Anda?") Dan mereka mengambil tes refleksi kognitif.
Ternyata orang-orang yang "mendukung ide-ide seperti khayalan" lebih mungkin untuk percaya berita palsu - seperti juga "individu dogmatis dan fundamentalis agama." "Kerentanan orang-orang ini untuk percaya pada berita palsu sepenuhnya dijelaskan oleh kecenderungan mereka untuk terlibat dalam pemikiran yang kurang analitik dan aktif berpikiran terbuka...” tulis para penulis.(OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved