Indonesia Sudah Kebanyakan Hari Libur

Andhika Prasetyo
04/5/2018 15:56
Indonesia Sudah Kebanyakan Hari Libur
(Ist)

PEMERINTAH masih terus merevisi Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri terkait cuti bersama Idul Fitri 2018.

Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) bidang ketenagakerjaan Bob Azam mendesak pemerintah dapat mempertimbangkan dengan matang sebelum akhirnya nanti menetapkan kebijakan tersebut.

Ia mengatakan, dibanding Thailand, Indonesia pada tahun ini memiliki total hari kerja yang lebih sedikit yakni 250 hari kerja berbanding 240 hari kerja. Padahal, di Negeri Gajah Putih itu juga terdapat satu hari besar yakni Songkran yang juga diistimewakan pemerintah dengan menetapkan hari libur yang cukup panjang.

“Tetapi liburnya tidak terlalu panjang. Maksimal satu minggu,” ucapnya.

“Kita ini sudah inflasi hari libur. Dalam sepuluh tahun terakhir kita dapat tiga hari libur tambahan, Hari Kelahiran Pancasila, Hari Buruh dan Imlek. Belum lagi libur pemilu. Ini jelas menghambat produktivitas perusahaan.”

Dalam kurun waktu yang sama, Bob mengatakan peningkatan produktivitas industri di Tanah Air secara keseluruhan naik 2,8% per tahun. Jika tidak memiliki banyak hari libur, ia meyakini angka tersebut pasti akan tumbuh lebih tinggi lagi.

Ia pun mendesak pemerintah agar berpikir matang sebelum akhirnya menetapkan tambahan hari libur lebaran. Pasalnya, ada banyak sektor yang akan terkena dampak dari kebijakan tersebut.

“Jadi jangan orientasinya hanya mengurangi kemacetan saja. Kalau libur ditambah, biaya yang dikeluarkan perusahaan pasti bertambah untuk memberikan lembur bagi yang bersedia masuk. Produktivitas kita merosot sementara pengusaha harus tetap membayar upah yang sama, tidak berkurang. Upah kan dibayar bulanan, bukan harian. Produktivitas hilang banyak, biaya tetap keluar banyak,” tandasnya. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya