Peneliti Kurang Paham Kebutuhan Pasar

(Pro/H-2)
04/5/2018 06:45
Peneliti Kurang Paham Kebutuhan Pasar
(ANTARA /AUDY ALWI)

PENGHILIRAN hasil penelitian di Indonesia masih belum menunjukkan peningkatan. Mayoritas peneliti Indonesia dinilai masih menentukan tema penelitian hanya berdasarkan minat masing-masing, bukan berlandaskan kebutuhan masyarakat atau pergerakan pasar.

"Kami melihat hasil dari peneliti Indonesia banyak yang hanya berhenti di penelitian. Kalau kita mau bawa ke hilirisasi (diproduksi pada skala industri) sulit karena tidak sesuai dengan pasar dan tidak bisa dikomersialkan," ujar Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk Vidjongtius

dalam peluncuran Ristekdikti-Kalbe Science Awards 2018, di Gedung Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek-Dikti), Jakarta, Kamis (3/5).

Vidjongtius mengatakan tidak jarang pihak industri harus melakukan penyesuaian ulang hasil penelitian dengan kondisi pasar. Kalau tidak, hasilnya hanya berhenti di kertas hasil penelitian.

"Harus ada sinergi yang baik antara peneliti dan pemerintah dengan industri agar bisa menghasilkan penelitian yang memiliki nilai tinggi secara komersial dan bermanfaat bagi masyarakat luas," ujar Vidjongtius.

Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristek-Dikti, Muhammad Dimyati, mengakui masih banyak peneliti yang belum mau lebih jauh mencari tahu kebutuhan pasar dan mendekatkan diri dengan industri. Padahal, pemerintah telah mengeluarkan regulasi yang memudahkan proses penelitian.

Selain itu, lanjutnya, sebulan ke depan Kemenristek-Dikti akan mengeluarkan peraturan menteri yang menetapkan bidang dan jenis penelitian yang akan diprioritaskan hingga 2045 mendatang dengan lebih spesifik.

Sementara itu, terkait dengan gelaran Ristekdikti-Kalbe Science Awards, tahun ini program apresiasi bagi para peneliti di Indonesia itu difokuskan pada pendanaan penelitian dalam bidang kesehatan bagi para peneliti Indonesia.

Bidang kesehatan itu meliputi tiga kategori. Kategori 1 bidang farma, biofarma, dan sel punca. Kategori 2 bidang e-health, alat kesehatan, dan diagnostis. Kategori 3 bidang makanan dan minuman kesehatan, dan produk bahan alam.

Total dana penelitian akan diberikan kepada 3-5 proposal terpilih Rp1,5 miliar. Informasi mengenai RKSA 2018 dapat dilihat di www.kalbe-rksa.com.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya