BPJS Kesehatan: Penambahan Peserta JKN Sesuai Rencana

Antara
03/5/2018 10:16
BPJS Kesehatan: Penambahan Peserta JKN Sesuai Rencana
(ANTARA/Kornelis Kaha)

DIREKTUR Perluasan dan Pelayanan Peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Andayani Budi Lestari mengatakan penambahan peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang hingga saat ini mencapai 196,4 juta jiwa, sudah sesuai rencana.

Andayani di Jakarta, Kamis, mengatakan  hingga saat ini jumlah peserta Program JKN sudah mencapai 76 persen dari target minimal 95 persen dari seluruh penduduk Indonesia untuk mencapai Cakupan Kesehatan Semesta (Universal Health Coverage, UHC) yang ditargetkan pada 1 Januari 2019.

Andayani meyakini bisa mencapai target cakupan kesehatan semesta dengan bantuan berbagai pemangku kepentingan untuk bekerja bersama-sama memenuhi target capaian kepesertaan.

"Sesuai rencana, 196,4 juta. Ya sambil jalan, nanti semua kan gerak, ada inpres semua pemangku kepentingan di dorong untuk membantu, kejaksaan, bupati, wali kota, gubernur siap membantu. Kemudian Kemensos juga siap menyiapkan data," kata Andayani.

Dia juga menjelaskan BPJS Kesehatan telah mempermudah cara pendaftaran dengan berbagai metode yang disederhanakan dan menyasar beragam kalangan. "Pendaftaran melalui Mobile JKN, melalui bank, kita kerja sama juga dengan pasar tradisional," kata Andayani.

Ditambah lagi masih ada potensi penambahan peserta kategori Penerima Bantuan Iuran (PBI) sebanyak 15 juta orang. Sesuai yang ditetapkan dalam target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2019 jumlah peserta PBI yang didanai dari APBN sebanyak 107,2 juta peserta.

Saat ini sebanyak 92,2 juta peserta dari total 196,4 peserta termasuk
dalam kategori PBI yang didanai APBN. Hingga 27 April 2018, BPJS Kesehatan telah bekerja sama dengan 20.069 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama mulai dari puskesmas, dokter praktik perorangan, klinik pratama, klinik gigi dan rumah sakit kelas D.

Selain itu, dengan 2.381 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan, dan 2.690 fasilitas kesehatan penunjang seperti apotek dan optik yang tersebar di seluruh Indonesia. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya