Terus Tingkatkan Angka Partisipasi Sekolah

SYARIEF OEBAYDILLAH
02/5/2018 07:30
Terus Tingkatkan Angka Partisipasi Sekolah
(Dok Mendiknas)

MENCERDASKAN kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya merupakan tujuan pendidikan nasional. Pendidikan menjadi penting bagi satu bangsa untuk menjadi bangsa yang besar dan kuat. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy memaparkan banyak program di bidang pendidikan yang diemban lembaganya.

“Saya jadi menteri belum dua tahun. Untuk menghitung gampang saja itu, masih pendek. Tapi yang ingin saya sampaikan soal istilah awal Pak Presiden (Joko Widodo) bahwa apa yang kita kerjakan merupakan bagian dari kampanye program-program restorasi di sektor pendidikan yang kita lakukan, ada yang sifatnya sangat pragmatis, ada juga yang fundamental, “ ungkap Muhadjir Effendy yang didampingi Sekjen Kemendikbud Didik Suhardi dan Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Hamid Muhammad ketika berbincang dengan wartawan terkait Hari Pendidikan Nasional, beberapa waktu lalu.

Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang ( UMM) ini menjelaskan ada tiga program utama yang dijalankan pihaknya, yakni Program Indonesia Pintar (PIP) melalui distribusi Kartu Indonesia Pintar ( KIP), Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan ( SMK) dan Penguatan Pendidikan Karakter ( PPK).

“Yang pertama sifatnya pragmatis, seperti distribusi KIP. Program ini untuk menarik, mendongkrak, mengatrol siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu,” ungkapnya.

Kedua, percepatan revitalisasi SMK menyiapkan SDM usia muda masuki dunia kerja. Dengan memproyeksikan mereka sebagai generasi milenial abad 21 sebagai bagian dari bonus demografi.

Ketiga adalah program PPK.
“Program kedua relatif mudah pengukurannya namun program ketiga memang agak susah untuk diukur secara parameter positistik. Apalagi penguatan karakter merupakan komponen dari revolusi mental yang diprogramkan Presiden kita, terutama bagian dari revolusi mental tersebut,” ujarnya.

Kartu Indonesia Pintar
Dalam kesempatan itu, Muhadjir Effendy menjelaskan pelaksanaan Program KIP yang menjamin serta memastikan seluruh anak usia sekolah (6-21 tahun) menikmati pendidikan tanpa hambatan.
Ia menilai program ini terus mengalami kemajuan yang cukup progresif.

Sebagai program prioritas pemerintah, berbagai upaya telah dilakukan Kemendikbud untuk memastikan distribusi KIP berjalan sesuai rencana. Sehingga pencairan dana manfaat dapat tepat sasaran, tepat jumlah, tepat waktu, tepat kualitas dan tepat administrasi.
Sejak Juli 2017, KIP dibagikan berbentuk kartu elektronik yang dananya dapat diambil di anjungan tunai mandiri (ATM). Hal itu akan memangkas proses pencairan dana manfaat PIP dari pemerintah langsung ke siswa.

Karena itu, lanjut Muhadjir, pihaknya akan meminta sekolah untuk memperkuat pendampingan bagi penerima KIP jenjang sekolah dasar (SD). Dengan demikian, kartu tersebut tidak disalahgunakan dan salah manfaat.

“Kartu KIP baru bisa digunakan untuk belanja dan menarik uang tunai di ATM namun harus didampingi oleh orangtua atau keluarga. Jika tak didampingi, khawatirnya kartunya dimanfaatkan oleh orang lain,” cetusnya.

Pada 2017, target distribusi KIP ke seluruh Indonesia tercatat sekitar 16.4 juta anak, termasuk di dalamnya 896.781 anak yatim piatu. Sebagaimana diketahui, dalam dua tahun pemerintahan Kabinet Kerja, Kemendikbud berhasil meningkatkan angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 1,3 poin dari 68,9 pada 2014 menjadi 70,18 pada 2016.

Kontribusi pendidikan dalam peningkatan IPM tersebut disebabkan peningkatan rata-rata harapan lama sekolah dari 12,39 tahun di 2014.menjadi 12,72 tahun pada 2016. Indikator lainnya adalah rata-rata lama sekolah penduduk usia 25 tahun ke atas yang meningkat dari 7,73 tahun menjadi 7,95 tahun.

Jika dihitung seluruh penduduk usia dewasa (15 tahun ke atas), maka rata-rata lama sekolah meningkat dari 8,07 tahun di 2012, menjadi 8,42 pada 2016. Melalui Program Indonesia Pintar, pemerintah terus meningkatkan partisipasi sekolah pada jenjang pendidikan dasar dan menengah, khususnya bagi siswa yang berasal dari keluarga miskin dan rentan miskin.

Menyinggung program PPK yang sempat mencuatkan adanya polemik, Mendikbud mengemukakan untuk memperkuat program ini diterbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 23 tahun 2016 tentang PPK ditingkatkan menjadi Perpres No 78 Tahun 2017. “Maka payung hukum PPK menjadi lebih kuat. PPK tidak hanya di Kemendikbud namun diterapkan pula di seluruh Kementerian dan Lembaga yang disebut dalam Perpres itu. Saat ini sudah ada ribuan sekolah yang terimbas dari program PPK ini,” ujarnya.

Semarak Hardiknas
Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) berlangsung di Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) Bidang Otomotif dan Elektronik (BOE) Malang, Jawa Timur.

Sejak tanggal 21-27 April 2018, telah dilakukan kegiatan Pekan Peringatan Herdiknas yang diikuti seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemendikbud di 34 provinsi maupun sejumlah lembaga pendidikan untuk menyonsong puncak peringatan Hardiknas pada 2 Mei mendatang.

Semarak Hardiknas Jawa Timur  2018 digelar dengan berbagai kegiatan yang terbuka untuk umum. Antara lain, pameran produk dan layanan tujuh UPT, bursa buku murah, lomba dongeng guru TK PAUD, bedah buku, bursa usaha, workshop penulisan dan penerbitan buku ajar oleh penerbit Andi Offset, bioskop keliling, dan lan lain.

Kegiatan Semarak Hardiknas dilaksanakan di seluruh provinsi di Indonesia dengan melibatkan semua stakeholder terkait pendidikan. (S1-25)


Genjot Vokasi, Pemerintah Beri 219 SMK Bantuan
PEMERINTAH terus berupaya meningkatkan kualitas sekolah menengah kejuruan (SMK).Hal tersebut bertujuan memenuhi kebutuhan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, terampil, dan memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan lapangan pekerjaan. Hal tersebut mendasari terbitnya Inpres No 9/2016 tentang Revitalisasi SMK.

Untuk itu, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memberikan bantuan bagi 219 SMK dengan menggelontorkan anggaran Rp169 miliar. “Titik tolak bantuan ini merupakan salah satu bentuk revitalisasi SMK dari demand side atau sisi permintaan kebutuhan tenaga kerja. Lulusan SMK harus terserap lapangan kerja yang nyata,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy seusai pemberian bantuan Revitalisasi Pendidikan Kejuruan pada 219 SMK di Jakarta, belum lama ini. Muhadjir menjelaskan jumlah SMK di Tanah Air sekitar 13.900 unit. Dengan jumlah SMK yang demikian banyak, pemerintah butuh bekerja sama dengan pihak lain. Hal tersebut disebabkan keterbatasan anggaran.

Karena itu, pemerintah perlu berkolaborasi dengan pemerintah daerah, khususnya pemerintah provinsi karena kewenangan provinsi saat ini sudah wajib memberikan anggaran dan perhatian membangun sekolah pendidikan menengah.

Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen), Kemendikbud, Hamid Muhammad, menjelaskan target utama dampak revitalisasi SMK ialah terserapnya lulusan di dunia kerja. “Lebih dari 90% SMK yang telah kita revitalisasi telah memenuhi target yang kita tetapkan. Hal ini dapat  dicek melalui kurikulumnya yang telah disesuaikan dengan industri mitranya,” ujar Hamid yang juga Plt Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud.

Kemendikbud, kata dia, dalam revitalisasi SMK yang juga menjadi fokus utama pemerintah ialah menyiapkan guru yang jumlahnya sangat kurang.Karena itu, Kemendikbud terus melanjutkan pelatihan keahlian ganda bagi guru SMK.

Hemat dia, perlu waktu dan proses cukup panjang untuk melihat hasil program keahlian ganda tersebut. “Jika tahun kemarin kita mulai beri pelatihan ganda kepada guru SMK, terus tahun ini kita tagih hasil dari pelatihan tentu masih dalam proses,” ujar Hamid.

Dalam kesempatan tersebut, Deputi III Kantor Staf Kepresidenan, Denni Puspa Purbasari, menyampaikan apresiasi pada kinerja revitalisasi SMK yang telah dilaksanakan Kemendikbud. Denni mencontohkan program revitalisasi SMK Pertanian di Jember, Jawa Timur, dan Subang, Jawa Barat, telah berhasil menggenjot kompetensi siswa SMK dan sekolah bersaing di era global. Pilot project revitalisasi SMK di kedua wilayah itu berhasil didukung kerja sama dengan pemerintah Belanda.

Denni menyatakan perhatian pemerintahan Presiden Joko Widodo terhadap investasi pembangunan SDM tidak hanya dilakukan saat ini atau mendatang. “Seluruh elemen dari revitalisasi SMK dilakukan mulai dari need assessment sampai training guru, mengubah kurikulum agar disesuaikan dengan industri, dan rebranding dilakukan dengan baik,” tegas Denni yang juga dosen Fakultas Ekonomi Bisnis UGM Yogyakarta. (Bay/S1-25)


Kurang Sosialisasi KIP
Imam Tantowi
Siswa SMAN 1 Sampang, Madura

Prestasi:
- Peringkat 1 kelas
- Peserta OSN 2017 bidang Fisika
- Juara Harapan 1 lomba fisika se-Madura 2017
- Juara 1 lomba jurnalistik Olimpiade TIK se-Jawa Timur 2017
- Juara 1 lomba fisika se-Madura 2018
ALHAMDULILLAH saya punya KIP.Sejak kapan saya agak lupa kira-kira awal 2017.Saya pergunakan KIP untuk mengajukan bantuan beasiswa seperti PIP untuk meringankan beban kedua orangtua saya. Saya jarang pakai KIP karena memang di sini KIP kurang sosialisasi.Ya, paling cuma buat PIP itu saja untuk mengurangi beban biaya pendidikan. Saat ini kan saya sudah diterima di FTMD ITB, harapan saya bisa lulus dengan nilai memuaskan dan nantinya dapat beasiswa S2. Saya ingin membangun Indonesia lebih baik dengan ilmu yang saya miliki.


Sangat Membantu tapi belum Merata
Agim Yustian Bakhtiar
Siswa SMAN 1 Belitang

Prestasi:
- Selalu peringkat 1 kelas
-Peserta OSN 2017 bidang Geografi
- Juara 1 debat bahasa Indonesia tingkat Kabupaten Oku Timur
- Juara 1 LCC Kepemiluan tingkat Kabupaten Oku Timur
- Juara 3 Kumite Karate-60 kg tingkat kabupaten 2013
SAYA dapat KIP dari 2015, pas kelas 1.KIP yang saya dapat Rp500 ribu, kelas 2 Rp1 juta, dan kelas 3 Rp500 ribu.Dapatnya biasa per satu tahun sekali.Lumayan sih benefitnya, seenggak-enggaknya bisa ditabung dan kalau ada keperluan mendadak bisa dipakai.
Terkadang saat perlu buku kita dapat uang dari KIP.Ya, sangat membantulah. Harapannya semoga KIP ke depan frekuensinya lebih ditambah lagi, lebih tepat sasaran dan mungkin lebih ke pemerataan. Masalahnya di sekolahku ada yang masuk kategori perlu tapi enggak pernah dapat. (Mut/S1-25)


Berharap KIP Berlanjut Beasiswa
Kukuh Iksan Musyahada
Siswa SMAN 3 Semarang

Prestasi:
- Peserta OSN 2017
- Juara 2 Kejurdo Shorinji Kempo
- Juara 3 Kempo se-Semarang untuk berat 45 kg
SAYA sangat berterima kasih untuk program KIP karena sangat membantu sekali dalam kegiatan sekolah, terutama biasanya untuk membeli keperluan sekolah seperti sepatu, tas, dan lain-lain. Tapi yang paling sering saya gunakan untuk membeli buku.
Harapan saya ke depannya bukan cuma berhenti di program KIP. Saya mohon bantuannya untuk uang kuliah saya di Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FKMD) ITB karena mustahil bagi saya dan keluarga saya untuk membayar semua uang kuliah dan kebutuhan kuliah.Selama ini ada saudara-saudara kandung saya yang mendukung, membiayai saya bila ayah saya tidak sanggup mencukupi.(Mut/S1-25))


Tambahan Biaya Transportasi ke Sekolah
Adrian Ramanda
Siswa SMAN 1 Kota Solok

Prestasi:
- Peringkat 1 kelas
- Peserta OSN 2016 bidang Matematika
- Peraih Medali Perunggu di Ajang OSN 2017 bidang Matematika
- Juara 3 kali berturut-turut UNP Mathematics Challenge di Universitas Negeri Padang
- Juara 1 kategori seni bermatematika SMA pada Pekan Seni Bermatematika Universitas Andalas 2017 dan 2018
SELAIN untuk membeli perlengkapan sekolah, dana KIP juga saya pakai untuk menunjang kegiatan sekolah seperti biaya transportasi ke sekolah. Lumayan lah cukup membantu karena jarak rumah ke sekolah cukup jauh kurang lebih 10 kilometer. Saya harapkan KIP ini bisa berjalan terus dan lebih banyak orang yang memperoleh KIP.Saya ingin sukses dan berprestasi dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.  (Mut)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya