Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGGUNAAN soal ujian nasional (UN) bertipe high order thinking skill (HOTS) tetap dilanjutkan pemerintah untuk tahun depan. Tipe soal yang memerlukan daya nalar tinggi itu digunakan untuk meningkatkan kualitas dan memenuhi standar pendidikan internasional.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan saat ini ujian sekolah sudah memakai standar nasional, yakni dengan adanya ujian sekolah berstandar nasional (USBN). "Maka sudah seharusnya UN harus dengan standar internasional," katanya, kemarin.
Soal HOTS, lanjutnya, sudah dipakai menjadi standar Programme for International Student Assessment (PISA) sejak lama dan menjadi acuan internasional bagi negara-negara Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD). Indonesia sudah bergabung di lembaga di bawah Bank Dunia itu sejak 2001, tapi lambat menyesuaikan dalam soal ujian.
"Kita sekarang fokus pada kualitas. Maka kita introduksi dengan HOTS," imbuh Muhadjir.
Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu menegaskan, jika Indonesia mau mengikuti standar PISA, level soal UN pun harus disesuaikan. "Soal internasional ini dipakai negara maju. Pemerintah pun mencari padanan yang sesuai."
Kepala SMP Lab School Uswadin Usman menyatakan sepakat HOTS dilanjutkan pada UN tahun depan. Namun, penguatan pemahaman guru-guru melalui pelatihan dan sosialisasi soal-soal HOTS harus didahulukan. Hal itu bisa dilakukan melalui buku-buku teks mata pelajaran yang disiapkan Kemendikbud.
"Selanjutnya guru akan mengenalkan dan mengajarkan soal-soal HOTS kepada siswa melalui pembelajaran yang mengembangkan kebiasaan berpikir tingkat tinggi agar siswa lebih siap," katanya.
Sebelumnya, pada UN tingkat SMA dan SMP, para siswa mengeluhkan sulitnya soal, terutama matematika. Pemerintah menjelaskan soal-soal sulit tersebut merupakan tipe HOTS.
Sejumlah pakar pendidikan pun menyarankan penerapan prinsip HOTS lebih dulu dilakukan dalam proses belajar mengajar di kelas agar siswa sudah lebih dulu paham dan terbiasa memecahkan soal bertipe HOTS.
IPA juga sulit
Terkait dengan UN SMP/sederajat yang berakhir kemarin, sejumlah siswa mengeluhkan sulitnya soal mata pelajaran IPA. Deanisa, siswi SMP Negeri 2 Ciamis, Jawa Barat, misalnya. Ia mencontohkan soal tentang penguapan minyak yang memerlukan beberapa rumus dalam pengerjaan.
"Teman-teman juga bilang kesulitan. Secara keseluruhan di UN 4 hari ini yang paling sulit tu matematika, lalu IPA, dan bahasa Inggris. Cuma soal bahasa Indonesia yang terbilang mudah," katanya.
Rindani dan Abdul Rohim, murid MTs Negeri 9 Sindangkasih, Ciamis, Jawa Barat, juga mengatakan hal senada. "Ujian terakhir, IPA, memang sulit, tapi lebih sulit lagi matematika, ketiga Bahasa Inggris."
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Edy Heri Suasana, mengatakan nilai UN memang tidak lagi menjadi penentu kelulusan siswa. Namun, nilai UN SMP menjadi salah satu pertimbangan penerimaan peserta didik baru (PPDB). "Nilai UN tidak digunakan sebagai penentu kelulusan, namun nilai UN tetap akan digunakan sebagai pertimbangan masuk SMA selain jarak tempat tinggal dengan sekolah yang dituju," katanya. (AD/AU/CS/H-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved