Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
NARAPIDANA selalu dipandang miring. Istilah sampah masyarakat lekat dengan mereka yang masuk bui atas kriminalitas yang diperbuat kendatipun ada yang berniat hidup lebih baik setelah bebas. Di antara mereka ada yang bercita-cita menggeluti profesi barista andal, penyaji secangkir kopi nikmat untuk pelanggan. Ketut Satanemurte, 28, ialah salah seorang di antaranya.
Empat tahun lalu Ketut divonis 5 tahun dan 6 bulan penjara dalam kasus narkoba. Ia mendekam di balik jeruji Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cipinang, Jakarta. Di hotel prodeo itulah ia dipetemukan dengan dengan Jeera, kumpulan pencinta kopi yang ada di dalam LP tersebut.
Bergabung dengan komunitas Jeera mengubah pandangannya. Jeera ialah kumpulan penghuni penjara yang punya inisiatif pemberdayaan di dunia kopi. Ketut pun mengikuti pelatihan menjadi barista yang digelar Jeera. “Sebagai narapidana, saya mendapat banyak tekanan dari baik keluarga maupun masyarakat. Ketika bebas, pilihannya ada dua, yakni menjadi lebih buruk atau lebih baik,” ujar laki-laki asal Bali itu.
Ketut memilih menjadi lebih baik dan enggan menjadi sampah masyarakat. Selama menghuni LP, ayah dua anak itu banyak mendapat pelajaran tentang seluk-beluk menciptakan minuman kopi nan nikmat. “Desember nanti saya bebas. Saya ingin menjadi lebih baik bagi keluarga dan masyarakat,” tutur Ketut yang berencana membuka kedai kopi Jeera di Bali.
Hal senada diungkapkan Muhammad Toha, 37, penghuni LP Cipinang lainnya. Toha bertekad mendobrak stigma sampah masyarakat yang disandangnya. “Motivasi kita untuk menjadi lebih baik dan menjadi yang berguna amat penting agar ketika keluar nanti enggak dibilang sampah masyarakat,” ungkap Toha.
Ketut dan Toha merupakan dua dari 450 narapidana asal 35 LP dan rumah tahanan di seluruh Indonesia yang berpartisipasi dalam Indonesian Prison Art Festival (IPA Fest) 2018 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, 23-24 April. Di IPA Fest 2018 para penghuni penjara menampilkan kreativitas dari berbagai bidang. Sekretaris Ditjen Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Sri Puguh Budi Utami mengatakan kegiatan itu digelar untuk membaurkan narapidana dengan masyarakat dalam rangka proses reintegrasi. (Dhika Kusuma Winata/H-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved