Energy Eco Chain Meluncurkan ET Hybrid Blockchain

Puput Mutiara
21/4/2018 11:35
Energy Eco Chain Meluncurkan ET Hybrid Blockchain
()

SEBAGAI platform digitalisasi aset dan pengembangan aplikasi tingkat perusahaan, Energy Eco Chain (EEC) terus berinovasi. Salah satunya dengan menciptakan aplikasi ET hybrid blockchain yang didasarkan pada teknologi blockchain hybrid paling mutakhir.

Meski diluncurkan dua bulan lebih cepat dari jadwal rencana awal, inovasi teranyar itu dilengkapi berbagai keunggulan. Dibandingkan dengan Blockchain 1.0 seperti Bitcoin Network dan Blockchain 2.0 seperti Ethereum, ET hybrid chain technology memiliki tiga fitur canggih yang dapat dikategorikan sebagai Blockchain 3.0.

Chief Operating Officer EEC Foundation Tony Huang memperkenalkan secara detail fitur teknis dari ET hybrid blockchain. Pertama, ET hybrid chain menyediakan kontrak cerdas yang fleksibel dan disesuaikan meliputi digitalisasi aset, manajemen keuangan dan perdagangan aset terdistribusi, dan sebagainya.

Kedua, ET hybrid chain juga dilengkapi sistem keamanan aset digital yang komprehensif. Sebagai contoh, dapat menyediakan fungsi multi-tanda tangan ke dompet digital sehingga beberapa pengambil keputusan dapat secara bersama mengelola aset digital.

"Dengan ini dapat membuat kepemilikan aset digital menjadi milik perusahaan bukan hanya individu," ujarnya.

Selain itu juga menyediakan proses persetujuan perusahaan yang disesuaikan sehingga dapat mengurangi kemungkinan kesalahan manusia dan penipuan.

"Jika pemegang kunci pribadi tidak dapat melakukan tanggung jawabnya karena keadaan yang tidak terduga, sistem keamanan akan memberikan perlindungan dan mekanisme pemulihan untuk aset digital perusahaan," terang Tony.

Lebih lanjut, keunggulan ketiga yaitu ET hybrid chain ditampilkan dengan skalabilitas yang efektif. Berdasarkan arsitektur teknologi berbasis hybrid blockchain, ET hybrid chain memiliki kedua karakteristik blockchain publik dan swasta.

Di area publik, data dasar dapat ditransmisikan dan diproses secara aman dan transparan. Sementara di area pribadi, data yang sensitif dan data financial pun akan dilindungi. Selain perlindungan privasi, blockchain pribadi membuat proses lebih cepat dan lebih efektif dengan transaksi per detik mencapai 2.000.

"Maka dengan itu, memungkinkan banyak aplikasi blockchain tingkat perusahaan untuk beroperasi secara tetap di ET blockchain hybrid," pungkas Tony.

Mitra strategis

Di sisi lain, Kepala Batam Indonesia Free Zone Authority - BIFZA (Batam) Lukita Dinarsyah Tuwo menyatakan EEC sebagai mitra yang sangat penting dalam Smart Digital Economy Initiative (SDEI) Batam. Sementara peluncuran rantai hibrida ET dianggap mitra strategis resmi.

"Saya menantikan aplikasi yang didasarkan pada teknologi blockchain hybrid mutakhir ini dapat diterapkan dengan baik di bidang pembangunan hub keuangan digital, serta promosi infrastruktur dan layanan e-government. Saya percaya kekuatan teknologi akan mendukung kewarganegaraan digital dan mengubah lanskap sosial-ekonomi dengan Batam sebagai uji coba pertama," tuturnya.

Ke depan, EEC juga akan menjadi mitra strategis resmi Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) yang akan diselenggarakan di Papua New Guinea. Melalui kerja sama tersebut diharapkan dapat meningkatkan mekanisme pembentukan konsensus untuk perdagangan energi digital.

Di samping juga memperkuat kerja sama pemerintah dan integrasi lintas lapangan untuk mempercepat pembangunan ekonomi di wilayah ini. Terlepas dari itu, EEC berikutnya akan meluncurkan Desentralisasi sistem Tenaga Penjualan dan Distribusi.

Berbasiskan teknologi ET hybrid blockchain, sistem tersebut secara dramatis akan memecahkan masalah tidak efisien yang terjadi dalam proses produksi dan konsumsi energi. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya