MoU Dengan KLHK , Muhammadiyah: Hutan Titipan Tuhan Jangan Dirusak

Syarief Oebaidillah
13/4/2018 13:29
MoU Dengan KLHK , Muhammadiyah: Hutan Titipan Tuhan Jangan Dirusak
(ANTARA)

DALAM pembangunan kehutanan perspektif teologis dan sosiologis tepat dikedepankan agar pemanfaatannya tetap menjaga keseimbangan dalam masyarakat dan lingkungan. Bukan malah sebaliknya mengatasnamakan pembangunan sejatinya malah merusak.

"Sebagai ormas keagamaan Muhammadiyah berangkat dengan perspektif teologis.Ini mungkin dibilang utopis tetapi melekat pada kehidupan sehari hari. Sebab alam dan hutan sejatinya titipan Tuhan harus dikelola yang memberi manfaat bagi masyarakat jangan merusak," kata Ketua Umum PP Muhammadiyah Haidar Nasir pada acara MoU dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan ( LHK) Siti Nurbaya di kantor Kementerian LHK, Jakarta, Jumat ( 13/4).

Turut hadir Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Muti, Ketua Umum PP Asyiyah Siti Noorjanah, sejumlah Rektor Perguruan Tinggi Muhammmadiyah, angkatan muda Muhammadiyah serta jajaran eselon I KLHK.

Karena hutan titipan Tuhan, Haidar Nasir mengingatkan berbagai pihak jangan merasa absolut dalam memilikinya apalagi memmanfaatkannya semena-mena.

"Jangan sampai ada yang mengelola semena mena sebab ada amanat untuk berbagi. Bahkan ada yang mengelola hutan mengatasnamakan pembangunan namun sebenarnya merusak," tegas Haidar seraya menambahkan pentingnya ormas Muhammadiyah, NU dan ormas lainnya dalam pembangunan.

Ia melanjutkan dalam perspektif sosiologis roda pembangunan mesti diselaraskan dengan denyut kehidupan dalam masyarakat setempat.Karena itu, dalam pembangunan kehutanan terdapat hutan adat dan lingkungan adat.

"Jika kita membangun namun tidak hirau pada masyarakat setempat akan mencerabut lingkungan masyarakat. Maka kami bersyukur ibu Menteri Siti Nurbaya didampingi para sosiolog, ini penting dan strategis," cetus Haidar. Haidar Nasir juga mengapresiasi Siti Nurbaya yang rajin berkomunikasi dengan Muhammadiyah.

Terkait MoU denga KLHK, Haidar menyatakan Muhammadiyah akan memantapkan program hutan pendidikan yang telah berjalan dilingkungan kampus Muhammadiyah di berbagai daerah di Sorong, Papua, Palangkaraya Kalimantan dan lain lain.

Dalam kesempatan itu, Menteri Siti Nurbaya menginstruksikan seluruh jajaran Kementerian LHK berkomitmen melaksanakan MoU dengan Muhammadiyah. "Semoga dengan kerjasama dalam pembangunan perhutanan sosial dan pembangunan kehutanan lainnya dapat menanggulangi kemiskinan dan menyejahterakan masyarakat," tegasnya.

Siti menyampaikan apresiasi tinggi kepada Muhammmadiyah sebagai salah satu ormas Islam terbesar yang turut mendukung pembangunan kehutan dan lingkungan.

"Mou ini amat penting dan strategis untuk mencapai i tujuan pembangunan sesuai arahan Presiden dalam menciptakan pembangunan yang berkeadilan sesuai bahasa rakyat," pungkasnya.

Menjawab Media Indonesia, tentang rencana kerjasama selanjutnya apakah dengan ormas lajnnya akan digalang.Siti membenarkan, "ya kita akan lakukan MoU juga dengan ormas lain aeperti KWI, PGI dan lainnya, " tukasnya. (OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya