Ekosistem Nipah Lamandau Serap 8.250 Ton Emisi

Antara
08/4/2018 07:00
Ekosistem Nipah Lamandau Serap 8.250 Ton Emisi
(ANTARA/Wihdan Hidayat)

YAYASAN Orangutan Indonesia mengklaim berhasil menyerap emisi gas rumah kaca 8.250 ton CO2eq melalui Program Konservasi Ekosistem Nipah dan Hutan Penyangga bagian timur Suaka Margasatwa Sungai Lamandau di Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.

"Hasil perhitungannya lebih dari 73 ton CO2eq per hektare (GAIA, 2018), berarti terjadi penyerapan sekitar tiga ton CO2eq per ha (dengan baseline perhitungan ICRAF, 2010, 70 ton CO2eq)," kata Direktur Yayasan Orangutan Indonesia (Yayorin) Eddy Santoso di Pangkalan Bun, Kalteng, Jumat.

Ia mengatakan berdasarkan validasi dari data tersebut untuk luasan sekitar 15.000 ha di area Desa Tanjung Terantang dan Desa Tanjung Putri serta Kelurahan Mendawai dan Kelurahan Mendawai Seberang maka diketahui total emisi yang terserap mencapai 8.250 ton CO2eq.

Hitungan tersebut, menurut dia, hanya untuk penyerapan karbon di permukaan tanah. Karena jika dilakukan perhitungan karbon lebih dalam akan makin besar angkanya, mengingat berdasarkan perhitungan ICRAF (2010) karbon di bawah permukaan di lokasi tersebut mencapai 841 ton per ha.

Program Konservasi Ekosistem Nipah dan Hutan Penyangga bagian timur Suaka Margasatwa (SM) Sungai Lamandau di Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah (Kalteng) merupakan salah satu dari 20 program mitigasi berbasis lahan yang dikelola oleh ICCTF, dengan pendanaan Rp2,4 miliar.

Zona penyangga SM Sungai Lamandau didominasi oleh hutan rawa gambut dengan potensi tinggi sebagai penyimpan karbon, dengan kedalaman 134 centimeter.

Kawasan hutan rawa gambut yang tersebar di area penyangga bagian timur SM Sungai Lamandau dengan luasan 23.000 ha itu sisa kawasan hutan bergambut yang masih mempunyai tutupan vegetasi yang baik (kerapatan tinggi) di Kabupaten Kotawaringin Barat.

Eddy mengatakan keluaran dari program itu penanaman 40.000 pohon jelutung dan jenis tanaman lainnya di lahan 400 ha. Lalu 20 keramba jaring apung (KJA) untuk budi daya ikan sungai endemik Kalteng sebagai bentuk mitigasi perubahan iklim.

Yayorin juga melakukan penguatan kapasitas untuk menjadi lima kelompok Hutan Kemasyarakatan (HKm)tentang sistem pengelolaan dan pengawasan HKm wilayah blok penyangga. Selain itu, memunculkan kelompok usaha alternatif bagi kaum perempuan. (OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya