Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MAJELIS Kode Etik Kedokteran (MKEK) mengirim rekomendasi kepada Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) agar Dr dr Terawan Agus Putranto Sp Rad dicabut keanggotaannya selama 12 bulan.
MKEK menilai Terawan melanggar etika kedokteran terkait dengan metode digital subtraction angiography (DSA) yang ia gunakan sebagai terapi stroke.
Apa tanggapan Terawan? Wartawan Media Indonesia Denny Parsaulian mewawancarai Kepala RSPAD Gatot Subroto itu pada Rabu (4/4). Berikut petikannya:
Pernah menyangka bakal mendapat rekomendasi pemecatan dari IDI?
Begitu tega dan kejamnya. Saya tidak pernah. Kalau dipikir, kejam banget, ya. Ini saja baru, sudah sedih hatiku.
Seandainya PB IDI menjatuhkan sanksi?
Aku enggak mau berandai-andai. Suratnya saja saya enggak pernah terima. Saya harus dapat surat, baru bisa mengomentari.
Kalau ada suratnya, pasti ke atasan Anda dahulu?
Pokoknya, kita ini kalau belum terima suratnya, belum tahu apa-apa. Kita anggap hoaks saja daripada jadinya bermasalah. Akhirnya kena UU ITE. Kan merugikan banyak orang. Termasuk yang nyebar juga nyeselnya belakangan.
Langkah Anda selanjutnya?
Kita maju saja. Lihat apa yang di depan. Saya enggak mau menjelek-jelekkan orang. Enggak mau mendiskreditkan orang. Aku ini tentara dan dokter. Aku sudah lahir untuk jadi dokter. Jadi, aku ingin berbuat, bersikap, bertindak sesuai dokter profesional.
Bisa dijelaskan metode DSA yang Anda kerjakan?
Nantilah pas aku agak longgar. Tak jelaskan di TV-TV, Metro TV. Tapi itu bukan promosi. Kalau dianggap promosi, aku yang bingung. Itu kan penjelasan. Nanti aku ngomong gini dikira promosi lagi, kena lagi aku. Ini terbukti kok.
Sebelum operasi, berdoa dulu?
Itu kunci sukses tindakan karena dokter tidak pernah bisa menyembuhkan pasien.
Sebagai dokter, puluhan ribu pasien tak kerjakan. Belum pernah aku bisa sembuhkan pasien satu pun. Boro-boro menjanjikan (sembuh). Sembuh itu Tuhan yang mengatur. Jangan pernah dokter sombong, termasuk saya. Tidak boleh. Harus semakin merendahkan hati.(X-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved