Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KONSERVASI spesies hiu dan pari di Indonesia masih terkendala. Perdagangan yang belum terkelola secara berkelanjutan dinilai menjadi masalah utama dalam upaya konservasi satwa terancam punah itu.
Koordinator Shark Specialist Group IUCN, Peter Kyne, mengatakan secara global 25% spesies hiu dan pari terancam punah. Di Indonesia terdapat 221 spesies hiu dan pari yang sudah teridentifikasi. Lebih dari sepertiganya terancam punah.
"Sekitar 35% spesies hiu di Indonesia terancam punah. Data tren populasi saat ini juga masih minim," ungkap Peter dalam Simposium Nasional Hiu dan Pari yang digelar di gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Kamis (29/3).
Spesies yang sudah sulit ditemui di perairan Indonesia, kata Peter, antara lain hiu gergaji (Pristis clavata), pari hiu (rhynchobatus cooki), dan pari java stingaree (Urolophus javanicus).
Karena itu, pihaknya akan melakukan asesmen ulang populasi hiu dan pari di seluruh dunia, termasuk Indonesia, melalui proyek Global Shark Trends Project 2018-2020 dengan target sebanyak 1.250 species.
Menurut Elasmobranch Conservation Management Specialist dari Conservation International (CI) Indonesia, Abraham Sianipar, perlindungan hiu dan pari penting dalam rangka mengkonservasi kawasan perairan. Pasalnya, spesies tersebut merupakan satwa indikator yang menandakan sehat tidaknya ekosistem perairan.
Peneliti Pusat Penelitian Oseanografi LIPI Suharsono, mengatakan aktivitas penangkapan oleh nelayan harus dikendalikan agar populasi hiu bisa tetap terjaga. Terlebih, ujarnya, 70% hiu yang tertangkap nelayan terjadi secara by catch atau tidak sengaja terjaring.
"Market driven ialah hal paling bermasalah dalam perdagangan ikan hiu. Karena ada permintaan dan harganya mahal. Masalah utama ialah bagaimana agar bisa mengendalikan aktivitas penangkapan oleh nelayan," katanya.
Dia mengatakan sebagian besar perdagangan hiu diperuntukkan untuk pasar luar negeri. Negara seperti Tiongkok menjadi tujuan pasar terbesar untuk konsumsi hiu.
"Hanya sebagian kecil orang Indonesia yang memakan hiu. Hampir semua sirip hiu dijual ke luar negeri. Kita untuk hiu tidak perlu mengarah kepada responsible consumption tapi lebih mengelola penangkapan secara berkelanjutan." (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved