Mensos Lepas 20 Pendamping Profesional Komunitas Adat Terpencil

Antara
22/3/2018 16:50
Mensos Lepas 20 Pendamping Profesional Komunitas Adat Terpencil
(MI/ PERMANA)

MENTERI Sosial Idrus Marham melepas 20 orang pendamping profesional Komunitas Adat Terpencil (KAT) ke daerah-daerah yang memiliki komunitas adat terpencil tempat mereka bertugas.

"Mereka adalah kader militan bangsa yang akan membuktikan daerah-daerah terpencil dengan kehadirannya akan diberikan warna, kembangkan sedemikian rupa, tumbuh sebagai masyarakat yang sama dengan yang lain dan mampu bersaing," kata Mensos di Jakarta, Kamis (22/3).

Pendamping profesional memiliki tugas untuk memberikan pendampingan pemberdayaan KAT dalam upaya memenuhi hak-hak dasar masyarakat terpencil. Mereka akan bertugas mendampingi KAT selama delapan bulan ke depan, tambah Idrus.

Mensos mengatakan, salah satu visi Nawacita adalah membangun Indonesia dari pinggiran, membangun Indonesia dari daerah-daerah terpencil, membangun daerah dari perbatasan.

"Karena itu yang menjadi tanggung jawab Kemensos yaitu daerah terpencil, perbatasan, tertinggal dijadikan sebagai pemicu bagi seluruh Indonesia, bahwa makna membangun Indonesia dari daerah terpencil itu adalah bagaimana percepatan pembangunan sehingga hasil-hasil pembangunan dapat dinikmati di seluruh Indonesia," katanya.

Kedua, membangun Indonesia dari pinggiran juga dimaknai bagaimana agar pemerataan pembangunan bisa dirasakan di seluruh daerah.

"Ini sekaligus supaya tidak ada sentalistik dalam pembangunan, hanya di Jakarta, di Jawa. Kita ingin ada di Papua, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, semua ini harus dibuktikan," tambah Mensos.

Salah seorang pendamping KAT, Nurbaiti, asal Lampung yang akan ditempatkan di Mentawai, menyebutkan, tugasnya sebagai pendamping adalah memberikan advokasi, sebagai fasilitator untuk memenuhi kebutuhan dasar baik pendidikan kesehatan kependudukan.

"Kita memastikan saudara-saudara kita di komunitas adat terpencil terdaftar secara administratif dan terpenuhi kebutuhan pendidikan dan kesehatan," ujar Nurbaiti. (OL-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya