Genpi kian Marak Ciptakan Destinasi Digital

Micom
19/3/2018 13:45
Genpi kian Marak Ciptakan Destinasi Digital
(Ist)

GENERASI Pesona Indonesia (Genpi) memberikan bukti nilai kreatif dan komersil dalam pasar destinasi digital yang dikelolanya. Pasar-pasar ini heboh di media sosial, khususnya Instagram. Kreativitas anak-anak muda ini bahkan mampu menarik perhatian warganet Indonesia.

Setiap pekan, pasar Genpi selalu menjadi topik ngetren, kegiatan dan paskakegiatannya pun tidak kalah heboh. Cek saja #destinasidigital #genpi #pasarkaretan #pasartahura atau #pasarpancingan, pasti ditemukan banyak hal yang heboh dan menarik.

"Pasar digital besutan Genpi ini memang menjadi bukti bahwa komunitas ini sedang berjalan. Tidak hanya berkegiatan di medsos, tapi komunitas ini mampu menerapkan nilai kreatif dan memanfaatkan medsos dalam berpromosi," ujar Ketua Genpi Nasional, Masyur Ebo, di Jakarta, Senin (19/3).

Bermodal titik-titik yang Instagramable, pasar-pasar yang dibentuk Genpi ini jadi unggahan yang hits banget. Bahkan posting-an ini kebanyakan dari pengunjung bukan anak-anak Genpi saja. Komunitas ini memang keren dan ternyata sudah bisa menjadi influencer, khususnya konten pariwisata di medsos.

Tidak hanya itu, destinasi digital besutan Genpi ini juga menjadi wadah generasi muda untuk mengekpresikan bakat seni serta melestarikan nilai-nilai budaya.

"Di destinasi digital tidak hanya untuk foto-foto saja. Karena tiap minggu rutin digelar pertunjukan seni tradisional. Misalnya tarian daerah, permainan-permainan tradisional, dan juga musik dari anak-anak muda," sebut Ebo.

Pada 2018 ini, diharapkan seluruh provinsi di Indonesia memiliki Genpi sebagai mitra terbaik dalam promosi khususnya program pariwisata go digital.

"Sampai saat ini sudah ada 20 Genpi di 20 provinsi. Ke depannya, semua provinsi harus punya," tukas Ebo.

Koordinator Offline Genpi Nasional, Ghera Nugraha, menambahkan, Genpi tidak hanya penggembira. Komunitas ini komit untuk memajukan pariwisata Indonesia dengan cara-cara unik. Misalkan dengan membuat pasar yang dihebohkan di medsos. Nilai komersilnya juga jalan. Bahkan pasar-pasar ini memberi kontribusi bagi masyarakat sekitar secara nyata.

"Yang berjualan di destinasi digital kan harus masyarakat sekitar. Dan yang dijual, harus memiliki ciri khas budaya setempat. Contohnya kuliner. Harus ada lapak makanan tradisi khas daerah setempat. Begitu juga dengan kerajinan tangannya," papar Ghera.

Sekarang, sudah ada tujuh proyek percontohan Pasar Genpi di tujuh provinsi yang sukses. Pasar Mangrove Batam, Pasar Baba Boen Tjit Palembang, Pasar Siti Nurbaya Padang, Pasar Tahura Lampung, Pasar Kaki Langit Yogyakarta, Pasar Karetan Kendal, dan Pasar Pancingan Lombok, semuanya berjalan.

Kesuksesan destinasi-destinasi digital tadi akhirnya memicu Kementerian Pariwisata membuat program 100 pasar Genpi atau 100 destinasi digital di 2018. Menpar Arief Yahya bahkan sampai ikut mengawal. Dia pun tak lupa mengapresiasi dan mendorong komunitas ini agar terus berjalan secara kreatif mendorong pertumbuhan pariwisata Indonesia.

"Teruslah ngegas mempromosikan destinasi wisata Indonesia, kegiatan dalam kalender nasional dan daerah, serta kebijakan kepariwisataan," ajak Menpar. (RO/OL-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya