HUT ke-44, PPNI Dukung Praktik Keperawatan Mandiri

Syarief Oebaidillah
17/3/2018 11:38
HUT ke-44, PPNI Dukung Praktik Keperawatan Mandiri
(Ist)

PERSATUAN Perawat Nasional Indonesia (PPNI) akan terus mendorong peningkatan kesejahteraan perawat di Indonesia. Karenanya, PPNI akan melakukan gerakan perawat dalam mendukung praktik keperawatan mandiri.

"Ulang tahun PPNI terjadi pada tahun politik, maka kita ingin memberikan warna dan mengambil bagian dalam pembangunan nasional. Tema tahun ke-44 adalah gerakan perawat dalam mendukung praktik keperawatan mandiri. Kita mendukung gerakan masyarakat sehat," kata Ketua Umum PPNI, Harif Fadillah, di Graha PPNI, Jakarta, berdasarkan keterangan yang diterima Sabtu (17/3).

PPNI, ungkap dia, akan menfokuskan gerakan masyarakat sehat untuk dapat memberdayakan fungsi dan peran dari perawat Indonesia. Program ini tentunya sejalan dengan program pemerintah, di mana Presiden Joko Widodo telah merumuskan 9 agenda prioritas dalam Nawa Cita pembangunan nasional. Salah satu fokusnya ialah peningkatan kualitas hidup masyarakat dan kesejahteraan masyarakat yang dikemas dalam Program Indonesia Sehat.

PPNI mendukung gerakan masyarakat (germas) tercapai dan perawat 1 juta di Indonesia perlu diberdayakan.

Harif juga menyinggung soal kesejahteraan perawat yang hingga kini masih menjadi sebuah tantangan besar bagi profesi perawat di Indonesia. Kesejahteraan merupakan pekerjaan rumah atau PR yang besar bagi PPNI.

"Masih banyak perawat kita yang bekerja di swasta bergaji rendah.Se harusnya bukan Upah Minimum Provinsi (UMP) karena profesi perawat memiliki keahlian khusus semestinya tak dihargai dengan UMP. Kalaupun UMP minimal 3 kali UMP," harap dia.

Ia mengaku prihatin masih adanya profesi perawat yang dihargai pekerjaannya dengan nilai rendah. Seperti misalnya tenaga kesehatan sukalera (TKS) di Kendari yang masih ada dibayar Rp200 ribu-Rp300 ribu per bulan.

Harif mengutarakan, sebagai profesi berkeahlian khusus, sekolah khusus, sangat disayangkan masih ada diberikan gaji di bawah pekerja bagian administrasi, petugas keamanan, bahkan pelayan kebersihan.

"PPNI berharap profesi perawat dapat lebih dihargai. Ini suatu momen yang penting. Ini tonggak untuk perubahan," tandasnya. (RO/OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya