KPI Ajak 12 PTN Benahi Siaran Televisi Lewat Indeks Kualitas

Denny Parsaulian Sinaga
12/3/2018 16:58
KPI Ajak 12 PTN Benahi Siaran Televisi Lewat Indeks Kualitas
(MI/Adam Dwi)

UNTUK mengawal agar program televisi nasional lebih berkualitas, tahun ini, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat menggandeng 12 pergurun tinggi negeri (PTN) untuk melakukan Survei Indeks Kualitas Program Siaran Televisi 2018.

Dua belas PTN ini merupakan suatu semangat baru untuk memperkuat survei KPI di seluruh Indonesia. Indeks survei ini adalah salah satu asupan yang diberikan KPI ke seluruh lembaga penyiaran untuk menjadi masukan internal untuk perbaikan televisi sesuai mandat UU 32/2002 tentang Penyiaran.

"Semangatnya adalah semangat perbaikan bukan untuk menjustisifikasi tetapi untuk perbaikan," ujar Ketua KPI Pusat Yuliandre Darwis saat penandatanganan MoU dengan perwakilan 12 PTN di Sari Pan Pacific, kemarin.

Dua belas PTN tersebut adalah Universitas Sumatra Utara (Medan), Universitas Andalas (Padang), UPN Veteran Jakarta, Unpad Bandung, Undip Semarang, UIN Sunan Kalijaga Yogya, Universitas Negwri Surabaya,Unpatti Ambon, Unhas Makassar, Universitas Lambung Mangkurat (Banjarmasin), Universitas Tanjung Pura (Pontianak), dan Universitas Udayana Denpasar.

Survei ini menggunakan metode yang tidak jauh berbeda dengan dilakukan dalam empat tahun terakhir. "Dengan reaponden 100 orang tiap kota yang dilengkapi dengan penilaian dari para ahli, KPI berharap survei ini dapat menjadi gambaran kualitas program siaran televisi kita," tambah Yuliandre.

Selain melibatkan 1.200 responden yang disebut masukan kuantitatif, survei juga melibatkan panel ahli yang beranggotakan 12 ahli dengan masukan kualitatifnya. Kemudian data inj disinkronkan dalam sebuah data.

"Dari sini akan diketahui apa kekurangan dan kelebihan suatu program. Tiap televisi punya keunggulan di program tertentu tapi ada juga yang sangat lemah," kata Yuli.

Menurut rencana survei akan mulai dilakukan April. Lalu hasilnya akan disampaikan per triwulan.

"Mudah-mudahan forum ini makin menguatkan kita kembali untuk membangun republik ini ke arah yang lebih baik," tambahnya lagi.

Lewat pelaksanaan survei ini, KPI berharap akan terwujud peningkatan kualitas program siaran televisi sebagai kebanggaan masyarakat Indonesia. "Dengan penyiaran yang berkualitas kita membangun peradaban, bangsa yang lebih beradab. Melalui momen bersejarah ini, mari kita semua kuatkan nilai mulia itu," harap Yuli.

Sementara Rektor Unand Tafdil Husni menegaskan hasil survei ini bakal berguna selain bagi KPI, juga bagi kampus dan televisi.

"Bagi KPI akan berguna untuk membuat kebijakan. Bagi mahasiswa juga penting untuk bahan kuliah, juga bisa publikasi sebagai jurnal nasional. Sementara bagi televisi, bisa menjadi patokan untuk membuat siaran yang bermanfaat bagi maayarakat. Siaran rating tinggi belum tentu bermanfaat bagi masyarakat," urai Tafdil. (OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya